Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, kesabaran masyarakat(MI/Bagus Suryo)
PIMPINAN Pusat (PP) Muhammadiyah menyatakan kesabaran masyarakat diperlukan dalam menghadapi beragam persoalan bangsa mulai nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sampai penaikan nilai bahan bakar minyak.
"Kesabaran masyarakat dibutuhkan dalam menghadapi kondisi kurang nyaman ini sampai memasuki ekonomi konstitusi dan new normal," tegas Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri, Muhadjir Effendy, Kamis (11/6).
Ia menjelaskan saat ini sedang memasuki proses masa transisi menuju sistem ekonomi konstitusi berdasarkan pasal 33 UUD 1945 seperti nan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
"Sebenarnya Presiden Prabowo sedang berupaya melakukan lompatan besar. Tentu saja dalam menuju ekonomi berdasarkan konstitusi ada anomali, ada krisis," katanya.
Menurut Muhadjir, sekarang memasuki fase krisis memang ditandai dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah sampai masalah pada IHSG. Tapi, kondisi itu merupakan proses menuju new normal. "Kesabaran masyarakat sangat dituntut, dan absolut menuju new normal ekonomi berdasarkan ekonomi konstitusi," ucapnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menekankan pentingnya menjaga stabilitas ekonomi dan politik di tengah ketidakpastian dunia saat ini.
Dalam konteks ini, dia optimistis para menteri nan mahir di bidangnya bisa menyelesaikan beragam persoalan bangsa. "Makronya kita berambisi ada stabilitas ekonomi dan politik," ujarnya.
Selanjutnya, masyarakat di minta turut membangun persepsi di ruang publik dan optimistis berbareng bisa menyelesaikan beragam persoalan. Sedangkan para pemegang otoritas diingatkan kudu rendah hati. Lalu, menyikapi apa nan sedang dihadapi bangsa ini merupakan problem bersama.
"Selalu ada jalan keluar dari setiap problem. Jangan melampaui keahlian sendiri nan akhirnya kita tidak bisa menyelesaikan," tuturnya. (E-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·