Anggie Ariesta
, Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |17:05 WIB

Fenomena mudik Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi penggerak utama perekonomian nasional. (Foto: okezone.com)
JAKARTA – Fenomena mudik Lebaran 2026 diproyeksikan menjadi penggerak utama perekonomian nasional melalui pengaruh berganda (multiplier effect) nan luas, dengan potensi mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga hingga 15–20 persen dibandingkan periode normal. Aktivitas mudik ini juga mendorong redistribusi ekonomi dari pusat ke wilayah serta meningkatkan pendapatan pelaku usaha, terutama UMKM.
Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menekankan setiap pengeluaran pemudik memberikan akibat berlapis bagi beragam sektor riil, terutama UMKM di wilayah nan pendapatannya berpotensi meningkat hingga 50–70 persen.
“Setiap pengeluaran pemudik menciptakan pengaruh pengganda nan memberikan akibat berlapis bagi pelaku ekonomi, termasuk UMKM, pedagang, dan sektor jasa transportasi. Peningkatan aktivitas tersebut juga berkontribusi pada kenaikan pendapatan dari sektor perdagangan dan jasa. Dengan potensi nan besar tersebut, sinergi kebijakan serta penguatan peran UMKM menjadi kunci untuk mengoptimalkan momentum mudik Lebaran guna mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif dan berkelanjutan,” jelas Haryo, dikutip Minggu (22/3/2026).
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahunan sebesar 5,5–5,6 persen (yoy), di mana konsumsi rumah tangga memegang peranan krusial sebesar 53–54 persen terhadap PDB.
Untuk mencapai sasaran tersebut, sejumlah stimulus telah dikucurkan menjelang Lebaran 2026, ialah stimulus fiskal dengan alokasi lebih dari Rp12,8 triliun, support sosial dengan penyaluran Rp11,92 triliun kepada 5,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta potongan nilai transportasi dengan subsidi senilai Rp911,16 miliar.
Inovasi kebijakan seperti Work From Anywhere (WFA) bagi ASN juga dinilai efektif memperpanjang lama tinggal pemudik di kampung halaman, nan secara otomatis meningkatkan perputaran duit (velocity of money) di daerah.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·