Mu'ti Ungkap Alasan Buku Pelajaran Siswa Diperbarui: Perubahan Standar-Muat STEM

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pemerintah tengah memperbarui kitab teks nan digunakan siswa di Indonesia. Pembaruan dilakukan seiring perubahan standar isi pendidikan.

Mu’ti menjelaskan penulisan ulang kitab teks sebenarnya telah direncanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebelum adanya pengarahan Presiden Prabowo Subianto.

“Buku teks itu kan ada dua kategori. Ada kitab teks nan memang menjadi mata pelajaran langsung, ada kitab teks nan dia tidak merupakan mata pelajaran langsung. Nah buku-buku itu memang kami sebelum ada pengarahan Bapak Presiden kami memang sudah ada perencanaan untuk melakukan penulisan ulang buku-buku teks selama ini nan dipakai,” kata Mu’ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).

Siluet siswa saling bersalaman saat hari pertama masuk sekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 8 Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Abdan Syakura/ANTARA FOTO

Menurut Mu’ti, salah satu argumen buku-buku tersebut perlu disusun ulang adalah perubahan standar isi di lingkungan Kemendikdasmen.

“Buku-buku itu kami susun ulang lantaran pertama ada perubahan standar isi dalam standar isi di kementerian kita itu,” ujarnya.

Selain mengikuti perubahan standar isi, pembaruan dilakukan agar materi selaras dengan kebijakan pembelajaran mendalam (deep learning).

“Yang kedua itu disesuaikan dengan pembelajaran mendalam sebagai kebijakan pendekatan pembelajaran,” kata Mu’ti.

Mu’ti mengatakan pemerintah juga bakal memberikan penekanan pada pendidikan nilai dan karakter serta STEM dalam buku-buku pelajaran.

“Kemudian nan ketiga, itu setiap kitab itu kudu mengandung di dalamnya muatan pendidikan nilai dan pendidikan karakter serta STEM. Jadi perubahan itu memang sudah kami rencanakan lantaran ada perubahan standar isi, menyesuaikan dengan pembelajaran mendalam, penekanan pada STEM sesuai pengarahan Pak Presiden, dan ada penekanan juga di situ pendidikan nilai dan pendidikan karakter,” tutur Mu’ti.

Suasana hari pertama masuk sekolah di SDN 07 Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada Senin (14/7). Foto: Abid Raihan/kumparan

Mu’ti memastikan proses pembaruan kitab pelajaran telah dimulai. Kemendikdasmen juga telah mengevaluasi buku-buku nan selama ini digunakan siswa.

“Sudah mulai kita lakukan sekarang. Sudah mulai kita lakukan, pertimbangan bukunya kan sudah berjalan, dan beberapa kitab juga sudah siap untuk kelak dicetak,” katanya.

Meski demikian, Mu’ti belum menetapkan sasaran penyelesaian seluruh kitab pelajaran hasil penyusunan ulang tersebut.

“Berjalan aja belum ada target,” ujar Mu’ti.

Prabowo berbareng anak-anak sekolah. Foto: Dok. Istimewa

Prabowo Minta Buku Pelajaran Dievaluasi

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto disebut meminta agar kualitas kitab pelajaran bagi siswa Indonesia diperbarui. Arahan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengevaluasi buku-buku pelajaran nan ada saat ini.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan perhatian Prabowo terhadap pembaruan kitab pelajaran berasal dari kunjungannya ke sejumlah sekolah.

Dalam kunjungan tersebut, Prabowo meninjau langsung buku-buku pelajaran nan digunakan siswa dan menemukan sejumlah perihal nan perlu diperhatikan.

“Saat mengecek kitab pelajaran, itu beliau lihat satu persatu, kemudian kok ada nan bahannya mudah rusak, ada nan sudah rusak juga, kemudian tulisannya kecil-kecil, sehingga anak-anak SD khususnya bacanya sangat dekat, kemudian ya jika dibaca kurang baik. Sehingga atas dasar itu, beliau mau cek buku-buku dari SD sampai SMA semuanya,” kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Menurut Teddy, setelah mempelajari buku-buku pelajaran nan digunakan di Indonesia, Prabowo menginstruksikan agar dilakukan komparasi dengan kitab ajar dari negara-negara tetangga sebagai bahan pertimbangan untuk meningkatkan kualitas kitab pelajaran nasional.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan