Ilustrasi(Antara)
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) Kalimantan Selatan menyoroti pentingnya pengawasan keselamatan pelayaran setelah Kapal Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan di Laut Jawa. Dalam perkembangan terakhir, kejadian tersebut dilaporkan menyebabkan tiga dari 243 penumpang meninggal dunia, Minggu (13/9).
MTI Kalsel menilai proses penanganan kejadian tidak semestinya hanya diarahkan pada pencarian dan pemindahan penumpang. Kecelakaan tersebut juga perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi sistem pengawasan keselamatan transportasi laut, terutama dalam menghadapi potensi cuaca jelek selama pelayaran.
Ketua DPW MTI Kalsel M Aulia Rahman mengatakan pihaknya mendapat perhatian dari MTI pusat untuk memantau perkembangan kecelakaan Virgo Transport 8 sekaligus menyampaikan masukan mengenai aspek keselamatan transportasi.
"Kami konsentrasi di bagian pengawasan dan juga memberikan masukan-masukan untuk bagian transportasi, sehingga apa nan terjadi ini bisa menjadi bahan pertimbangan dan solusi ke depan," katanya.
Menurut Aulia, MTI Kalsel tetap mengikuti perkembangan mengenai jumlah korban maupun kondisi penumpang nan telah sukses diselamatkan. Pemantauan juga mencakup kemungkinan adanya penumpang nan mengalami trauma dan memerlukan pendampingan setelah proses pemindahan selesai.
Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin mengerahkan personel SAR untuk melakukan pencarian terhadap Virgo Transport 8. Kapal tersebut dilaporkan kehilangan kontak ketika dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin di tengah kondisi cuaca buruk.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator I Putu Sudayana menjelaskan bahwa letak terakhir kapal nan sukses diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.
"Posisi terakhir kapal nan diterima berada sekitar 80 mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin," katanya.
I Putu menjelaskan, Virgo Transport 8 dilaporkan tidak lagi dapat dihubungi sekitar pukul 02.00 Wita setelah menghadapi cuaca jelek selama perjalanan. Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin pada pukul 04.10 Wita dari General Manager PT Virgo Yoel Rihi.
"Kami terus melakukan upaya pencarian dan pertolongan berasas info terakhir nan kami terima," katanya.
Sementara itu, sejumlah ambulans nan berasal dari campuran relawan kedaruratan telah disiapkan di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Langkah tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan medis andaikan para penumpang sukses dievakuasi dan memerlukan perawatan.
Kapal berbareng sejumlah kapal lainnya diperkirakan memerlukan waktu sekitar lima jam untuk mencapai Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. (Ant/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·