MRT Fase 2A Senilai Rp25,3 Triliun Ditargetkan Rampung 2029

Sedang Trending 48 menit yang lalu
MRT Fase 2A Senilai Rp25,3 Triliun Ditargetkan Rampung 2029 MRT Jakarta.(MI)

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyebut biaya pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan sebesar Rp25,3 triliun dan menggunakan biaya pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

"Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui biaya pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang," kata Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda) Rendy Primartantyo di Jakarta, Kamis (13/8).

Fase 2A Lin Utara Selatan bakal menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, ialah Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.

Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, ialah segmen satu Bundaran HI-Harmoni nan ditargetkan selesai pada akhir 2027 dan segmen dua Harmoni-Kota nan ditargetkan selesai pada akhir 2029.

Perkembangan pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Per 25 Juli 2026, pembangunannya telah mencapai 62,68% dari sasaran 61,92%. "Pada paket perjanjian CP201, pembangunannya telah mencapai 93,90% dari sasaran 93,89%," ujar Rendy.

Di Stasiun Thamrin, tim bangunan sudah memasuki tahap pekerjaan, di antaranya reinstatement area pejalan kaki di sekitar letak stasiun, pembangunan kembali halte Bus Raya Terpadu Transjakarta, instalasi mechanical, electrical, plumbing (MEP), pekerjaan genting dan finishing entre 5, 7, dan 8.

Di Stasiun Monas, tim bangunan terus menyelesaikan pekerjaan interior dan akses entre 2, reinstatement boks stasiun sisi utara, hingga tahap uji penerimaan sistem (system acceptance test) dan partial acceptance test.

Kemajuan signifikan juga terjadi pada paket perjanjian CP202 nan mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, dan Mangga Besar, nan sekarang telah mencapai 68,00%.

Penyelesaian paket perjanjian nan menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah itu pun terus dipercepat.

Per Juli 2026, mesin bor terowongan 1 telah menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar, sehingga terowongan arah utara dari Bundaran HI hingga Kota telah terhubung.

Pada paket perjanjian CP203, perkembangannya telah mencapai 86,85%, dengan pekerjaan di Stasiun Kota dan Glodok, seperti instalasi pipa, kabel, plastering dan pengecatan serta pemasangan panel ACP dinding, serta pekerjaan arsitektural lainnya nan tetap terus dilakukan. (Ant/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia