MPR Sebut Ada Kesalahan Teknis Saat LCC MPR di Kalbar: Juri Tak Dengar Jelas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar nan diadakan MPR, di Kalbar pada Sabtu (9/5/2026). Foto: Youtube/MPR RI

Ketua Badan Sosialisasi MPR Abraham Liyanto buka bunyi mengenai polemik penilaian dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat nan menuai sorotan.

Abraham menyebut persoalan dalam lomba tersebut terjadi akibat kesalahan teknis, terutama pada sound system nan membikin juri tidak mendengar jawaban peserta secara jelas.

“Oke jadi itu dari Sekretariat MPR ya nan melaksanakan, sudah kita rapatkan, itu masalah teknis saja, sound system-nya nan terganggu. Sehingga juri nan berdua itu tidak dengar jelas,” ujar Abraham saat dihubungi kumparan, Selasa (12/5).

“Tapi persoalannya, di EO-nya (event organizer-nya) itu tidak sigap ambil tindakan untuk replay kembali rekamannya,” lanjutnya.

Abraham menegaskan, polemik itu terjadi lantaran miskomunikasi akibat gangguan teknis dalam perlombaan.

“Ya, persingkatnya itu hanya miskomunikasi, memang jurinya tidak mendengarkan nan jelas, jadi itu sudah dipertemukan besok, kelak kita bakal rilis itu menjelaskan kesalahan teknis gitu ya,” tutur Abraham.

“Karena itu pakai event organizer, mereka nan atur, terus sound system-nya dan jurinya tidak jalan bagus maka terjadi salah jawab gitu, terjadi komunikasi. Kalau lihat di tren itu, jadi masalahnya di situ,” sambung dia.

Abraham memastikan perihal itu terjadi murni lantaran adanya kesalahan teknis dalam acara.

“Betul, intinya itu aja. Tapi teman-teman sudah disuruh minta maaf dan menyampaikan permasalahannya. Besok kita panggil ke SMA nan tadi itu protes,” pungkasnya.

Sekilas Polemik Penilaian

Polemik terjadi dalam lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat nan digelar pada 9 Mei 2026.

Saat itu, regu SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus 5 lantaran jawabannya dinilai salah.

Namun, regu SMAN 1 Sambas memberikan jawaban nan sama dan justru memperoleh nilai 10 lantaran dianggap benar.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan