Polisi mengungkap kasus penembakan menggunakan airsoft gun nan sempat viral di media sosial. Korbannya seorang remaja berumur 17 tahun berinisial ARP. Peristiwa itu terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, pada Minggu (2/8) awal hari.
Polisi menangkap satu dari empat pelaku, ialah IRS (27). Korban terkena tiga dari enam tembakan nan dilepaskan IRS hingga mengalami luka terbuka. Sementara itu, tiga pelaku lainnya tetap diburu polisi.
"Pelaku nan sukses kita amankan, satu tersangka inisial IRS, usia 27, alamat Maguwoharjo, Depok, Sleman. Dan untuk pelaku lain ini tetap ada tiga nan belum tertangkap dan tetap dalam proses pencarian," kata KBO Satreskrim Polresta Sleman Ipda Kiswanto di Polresta Sleman, Kamis (27/8).
Kiswanto menjelaskan, saat kejadian korban mengendarai sepeda motor berboncengan dengan temannya dalam perjalanan pulang dari Solo setelah menghadiri pertandingan basket.
Sekitar pukul 02.00 WIB, saat tiba di sekitar Hotel Platinum, Jalan Laksda Adisucipto, korban dipepet dua sepeda motor nan ditumpangi empat pelaku. Mereka berteriak sembari mengeluarkan celurit.
"Lalu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan mengeluarkan senjata airsoft gun. Langsung ditembakkan ke pelapor mengenai bagian punggung nan mengakibatkan luka terbuka dan bengkak. Atas kejadian tersebut pelapor berobat ke Rumah Sakit Hardjolukito dan melaporkan ke Polsek Depok Timur," katanya.
Pelampiasan Emosi
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, polisi menangkap IRS nan diduga sebagai pelaku penembakan. Kepada polisi, IRS mengaku melakukan aksinya untuk melampiaskan emosi akibat masalah keluarga. Ia mengaku baru dikeluarkan alias drop out (DO) dari kampus dan dimarahi orang tuanya.
"Kuliah berhenti. Kurang lebihnya begitu (dimarahi)," katanya.
Sementara itu, airsoft gun nan digunakan IRS rupanya bukan miliknya. Senjata tersebut dipinjam dari temannya nan sekarang tetap buron. Saat kejadian, temannya itu mengendarai sepeda motor Honda PCX milik IRS.
"Bahwa untuk airsoft gun ini, ini bukan miliknya pelaku, tapi milik temannya pelaku nan belum tertangkap," ujarnya.
Tiga pelaku lain nan tetap buron merupakan kawan lama IRS. Mereka kembali berjumpa dan berkumpul dalam beberapa waktu terakhir.
Dua pelaku nan tetap buron diketahui berkedudukan sebagai pengemudi sepeda motor, pengambil video, dan pembawa celurit.
"Kemungkinan dia untuk bikin konten, sengaja konten lampau dibagikan pada teman-temannya," katanya.
Polisi memastikan IRS dan ketiga rekannya tidak terlibat dalam kasus penembakan menggunakan airsoft gun lainnya nan terjadi di wilayah Kabupaten Bantul.
Atas perbuatannya, pelaku terancam Pasal 170 ayat (1) dan ayat (2) alias Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Pelaku juga dapat dijerat Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman pidana paling lama tujuh tahun.
Viral di Media Sosial
Sebelumnya, seorang remaja menjadi korban kejahatan jalanan di Sleman. Dalam unggahan di media sosial, korban mengaku ditembak menggunakan senjata dengan peluru gotri.
Selain itu, terduga pelaku disebut membawa celurit sepanjang sekitar dua meter.
"Mau lapor. Aku kan tadi sekitar jam 02.00 (2/8/2026) pulang dari Solo. Terus pas sampai Transmart Jogja, tiba-tiba ada motor PCX hitam nan nyetir pakai jaket Gojek hijau. Terus tiba-tiba pas sampai Transmart ada motor itu neriakin kita sembari bawa celurit warna hitam kira-kira ukurannya 2 meter sembari bilang 'bajingan'. Nah, saya sudah bilang 'nggak, Mas, saya nggak ikut-ikut'. Dianya tetap ngejar, terus ngeluarin beceng sembari spam nembak. Nah, untungnya dia pakai peluru gotri dan di depanku ada orang, jadinya saya bisa minta tolong," tulis korban dalam unggahan tersebut.
Terkait peristiwa itu, Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan Polsek Depok Timur telah menerima laporan dugaan kejahatan jalanan nan terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Kalongan, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, pada Minggu (2/8) sekitar pukul 02.00 WIB.
"Korban berinisial AARP (17), laki-laki, pelajar, penduduk Tangerang Selatan. Saat kejadian, korban tengah dalam perjalanan dari Solo menuju Yogyakarta berbareng rekannya," kata Argo, Senin (3/8).
Argo menjelaskan, saat melintas di letak kejadian, korban dipepet dua orang nan berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam.
"Salah seorang terduga pelaku disebut mengenakan jaket ojek online warna hijau serta membawa senjata tajam menyerupai celurit dan senjata jenis airsoft gun," katanya.
22 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·