Tim Jibom Brimob Polda Jateng Amankan Benda Mirip Mortir di Keraton Surakarta.(MI/Widjajadi)
PETUGAS revitalisasi Keraton Surakarta menemukan barang menyerupai mortir nan diduga kuat merupakan peninggalan masa perang kemerdekaan Indonesia. Benda rawan tersebut ditemukan pada Selasa sore (20/10/2026) di tengah upaya pembersihan area revitalisasi oleh seorang abdi dalem.
Benda nan mempunyai corak menyerupai granat manggis tersebut ditemukan dalam kondisi tertimbun tanah dan karatan di area belakang Bangsal Marcukudo alias Panti Pidono. Penemuan ini segera memicu prosedur keamanan ketat di area cagar budaya tersebut.
Kapolresta Surakarta, AKB Condro Sasongko, mengonfirmasi bahwa temuan berasal saat abdi dalem dan petugas proyek sedang melakukan pembersihan lahan. "Awalnya abdi dalem dan petugas revitalisasi sedang melakukan bersih-bersih, kemudian menemukan barang tersebut," ujar Kapolresta nan berkawan disapa Mbah Condro di letak kejadian.
Evakuasi oleh Tim Jibom Brimob
Menyadari potensi ancaman dari barang tersebut, para abdi dalem tidak memindahkan temuan secara mandiri. Mereka segera melaporkan kejadian melalui call center 110 dan Polsek Pasar Kliwon. Laporan tersebut langsung direspons dengan menghadirkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Jateng untuk melakukan pemeriksaan dan pengamanan.
Tim campuran melakukan penyisiran intensif di letak sebelum akhirnya sukses mengevakuasi mortir karatan tersebut dari timbunan tanah. Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian melakukan sterilisasi di 13 titik strategis di dalam kompleks Keraton, meliputi:
- Keraton Kilen
- Keputren
- Ndalem Ageng (Zona Revitalisasi Utama)
Kapolresta juga menginstruksikan peningkatan pengamanan di seluruh kompleks selama proses revitalisasi berlangsung. "Untuk kenyamanan bersama, kita meningkatkan pengamanan guna mencegah hal-hal nan tidak diinginkan," tambahnya.
Jejak Sejarah di Panti Pidono
Anggota Lembaga Hukum Keraton Surakarta, KPH Eddy Wirabhumi, menjelaskan bahwa letak penemuan di Panti Pidono dulunya merupakan tempat penahanan alias penjara pada masa sebelum kemerdekaan. Hal ini memperkuat dugaan bahwa mortir tersebut adalah sisa-sisa perangkat pertahanan masa perang.
| Mortir/Granat Manggis | Belakang Bangsal Marcukudo | Kondisi berkarat, dievakuasi Jibom |
| Masker Kuno | Area Panti Pidono | Diduga perangkat pemadam api lama |
| Benda Logam Lainnya | Zona Revitalisasi | Akan menjadi koleksi museum |
Selain mortir, petugas juga menemukan barang lain seperti masker antik nan diduga berfaedah sebagai perangkat pemadam api pada masanya. KPH Eddy Wirabhumi menyatakan bahwa benda-benda non-berbahaya nan ditemukan bakal dipisahkan untuk menjadi koleksi tambahan bagi Museum Keraton Surakarta.
Proyek revitalisasi nan dijalankan oleh Kementerian Kebudayaan RI ini dinilai tidak hanya menyelamatkan bentuk gedung bersejarah, tetapi juga mengungkap kembali jejak perjuangan bangsa nan selama puluhan tahun terkubur di bawah tanah Keraton. (WJ/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·