Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 06 Februari 2026 |09:30 WIB

- Bank Indonesia (BI) buka bunyi mengenai penurunan outlook ranking utang Indonesia oleh Moody’s Ratings. (Foto: Okezone.com/Feby Novalius)
PONTIANAK - Bank Indonesia (BI) buka bunyi mengenai penurunan outlook ranking utang Indonesia oleh Moody’s Ratings dari stabil menjadi negatif. BI menegaskan penyesuaian outlook tersebut tidak mencerminkan pelemahan esensial ekonomi nasional.
Direktur Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia, Alexander Lubis, menyatakan bahwa perekonomian Indonesia tetap solid di tengah ketidakpastian dunia nan tetap tinggi.
"Kalau kita lihat, meskipun keahlian dunia penuh ketidakpastian dan tekanan penurunan, ekonomi kita tetap solid. Konsumsi dan investasi tetap terjaga," ujarnya di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/2/2026).
Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dinilai tetap terjaga. Ditambah lagi, rasio permodalan sistem finansial nasional juga berada pada level nan sangat tinggi.
"SSK (Stabilitas Sistem Keuangan) tentu kami memandang bahwa apa nan disampaikan belum mencerminkan kondisi esensial SSK. Rasio permodalan kita sangat tinggi," ujarnya.
Namun demikian, kata Alex, terdapat sejumlah perihal nan tetap perlu dijaga di tengah volatilitas dunia nan tetap bakal dihadapi sepanjang tahun ini. Hal tersebut dilakukan agar perekonomian tetap tumbuh dan stabil.
"Kami terus menjaga akibat angsuran nan saat ini tetap jauh di bawah indikator. Jadi, apa nan terjadi ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi esensial ekonomi kita. Kondisi SSK apalagi sangat baik, kami sering bilang sangat robust. Ke depan, ini menjadi modal kita untuk menghadapi volatilitas global," ujarnya.
Sebelumnya, Moody’s Ratings mempertahankan ranking utang Indonesia di level Baa2 meski outlook dipangkas dari stabil menjadi negatif. Penurunan outlook tersebut didasarkan pada kekhawatiran terhadap stabilitas kebijakan di bawah Presiden Prabowo Subianto.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·