Monster El Nino Godzilla Datangi RI Mulai April? Simak Kata BMKG-BRIN

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia diprediksi bakal mengalami kejadian suasana El Nino pada tahun ini. Artinya kehadiran El Nino di periode musim tandus ini bakal menambah intensitas kekeringan.

Bahkan, BRIN memprediksi, intensitas El Nino tahun ini bakal sangat kuat. Bahkan menamainya sebagai El Nino Godzilla dan bisa memicu anomali suasana nan signifikan. Dikatakan, kondisi ini berpotensi membikin musim tandus menjadi lebih panjang dan kering, terutama di wilayah barat dan selatan Indonesia.

"El Nino adalah kejadian pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator. Fenomena El Nino, termasuk potensi ragam kuat 'Godzilla', menyebabkan musim tandus di Indonesia menjadi lebih panjang dan kering," tulis Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin, dikutip dari unggahan Instagaram resmi @/brin_indonesia, dikutip Rabu (8/4/2026).

Dikatakan, sejumlah model dunia menunjukkan El Nino mulai berkembang sejak April 2026. Pada saat nan sama, kejadian Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga diperkirakan terjadi dan memperkuat akibat kekeringan di Indonesia.

Dampak dari dua kejadian ini terlihat dari pergeseran pola pembentukan awan. Aktivitas hujan diperkirakan lebih banyak terjadi di Samudra Pasifik, sementara wilayah Indonesia justru mengalami kekurangan awan dan hujan.

"Pembentukan awan dan hujan terkonsentrasi di atas Samudra Pasifik. Sebaliknya, wilayah Indonesia mengalami minim awan dan hujan," tulisnya.

Selain itu, IOD positif nan ditandai dengan pendinginan suhu permukaan laut di sekitar Sumatra dan Jawa turut memperparah penurunan curah hujan, khususnya di wilayah barat Indonesia.

Musim Kemarau Kuat, BMKG Kasih Penjelasan

Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, ada kesempatan El Nino di Indonesia bakal berkembang jadi El Nino kuat.

BMKG mencatat, hingga akhir Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Jumlah ini bakal terus bertambah signifikan.

Prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia bakal mulai memasuki musim tandus pada bulan April, Mei, dan Juni 2026.

Lantas gimana dengan kesempatan El Nino tahun ini?

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengungkapkan, ada kesempatan berkembangnya kejadian El Nino pada semester kedua tahun ini.

Menurutnya, hingga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Dipole (IOD) terpantau tetap berada pada fase Netral.

"Namun, pemodelan suasana menunjukkan bahwa ENSO dapat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua tahun 2026," kata Ardhasena dalam rilis keterangan nan sama.

"Pada saat ini, prediksi BMKG untuk intensitas El Nino berada pada kategori lemah hingga moderat dengan kesempatan 50-80%, dan mencatat adanya kemungkinan mini (kurang dari 20%) kejadian ini berkembang menjadi kategori kuat," tambah Ardhasena.

Meski perkembangan intensitas El Nino tetap terus dipantau, Ardhasena menegaskan, musim tandus tahun 2026 ini bakal lebih kering.

"BMKG menegaskan bahwa musim tandus 2026 diprediksi bakal lebih kering dan berjalan lebih panjang dibandingkan rata-rata normalnya, sebagai kontribusi juga dari variabilitas suasana alamiah nan ada di wilayah Indonesia," kata Ardhasena.

"Menghadapi kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah presisi nan bisa dilakukan oleh seluruh pihak," ucapnya.

Dia mengimbau pemangku kebijakan dan semua pihak merujuk pada info perkembangan suasana nan resmi dan andal dari BMKG melalui beragam kanal informasi. Serta mengambil langkah antisipasi di beragam sektor dan masyarakat.

Akurasi Prediksi

Di sisi lain, Ardhasena mengingatkan hati-hati menginterpretasikan info prediksi saat ini. Alasannya, ada kejadian spring predictability barrier-penurunan drastis kecermatan prediksi model cuaca dan suasana untuk ENSO saat bagian Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei).

Dia menjelaskan, kecermatan prediksi El Nino nan dihasilkan pada periode Maret-April umumnya hanya andal untuk prakiraan tiga bulan ke depan.

Karena itu, tegasnya, diperlukan expertise dalam pemahaman hubungan multi-faktor nan menyebabkan lahirnya kondisi El Nino maupun akibat telekoneksinya ke wilayah Indonesia.

"Untuk itu BMKG perlu terus memantau pembaruan info secara berkala dan mengkaji perkembangannya," kata Ardhasena.

"Tingkat kepercayaan (confidence) terhadap intensitas El Nino bakal semakin tinggi pada hasil prediksi bulan Mei 2026. Secara statistik, prediksi pada bulan Mei mempunyai keandalan nan lebih baik untuk menjangkau kondisi suasana hingga enam bulan ke depan," pungkasnya.

(dce/dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News