Kerumunan penduduk hendak menyaksikan pemotongan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Bangka.(MI/Rendy Ferdiansyah)
SEEKOR sapi nan hendak dikurbankan berwarna putih dilaporkan mengamuk saat hendak dibawa petugas ke letak penyembelihan, Kamis (28/5).
Suasana penyembelihan hewan kurban di tengah ramainya kerumunan penduduk Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka, Bangka Belitung mendadak menjadi riuh dan ketegangan.
Kejadian bermulai ketika sapi tersebut tampak stres akibat kerumunan penduduk nan menyaksikan sapi jumbo support Presiden Prabowo Subianto di letak pemotongan hewan kurban.
Secara tiba-tiba, hewan kurban berjulukan Hilal tersebut meronta dan mengamuk di tengah kerumunan, membikin penduduk nan berada di letak panik dan berlarian menyelamatkan diri untuk menghindari serudukan.
Sapi tersebut kemudian melarikan diri ke area perkebunan kelapa sawit milik warga. Puluhan penduduk nan mencoba melakukan pengejaran justru kewalahan.
Alih-alih tertangkap, sapi itu justru berbalik mengejar penduduk nan berupaya mengepungnya. Setelah nyaris 30 menit berlindung di perkebunan, sapi itu justru kembali ke letak penyembelihan dan sempat menabrak beberapa sepeda motor nan terparkir hingga mengalami kerusakan, sebelum akhirnya menghilang masuk kembali ke dalam hutan.
Uniknya Hilal bukan ditemukan penduduk di dalam hutan, melainkan berada di laman rumah pemilik asalnya nan berjarak kurang lebih 100 meter dari letak pemotongan.
Kepala Desa Labu, Muslim, membenarkan kejadian unik tersebut. Menurutnya, sapi tersebut kemungkinan merasa tertekan lantaran banyaknya penduduk nan datang untuk memandang hewan kurban, terutama sapi support Presiden.
"Ya, ada satu sapi nan mengamuk dan lepas namanya Hilal punya penduduk kita juga. Mungkin lantaran ramainya kerumunan penduduk nan mau memandang sapi support dari Pak Presiden," kata Muslim.
Ia menambahkan bahwa setelah dilakukan pengejaran nan cukup alot, sapi tersebut akhirnya tertangkap di kediaman pemilik sebelumnya.
"Saat ini sapi itu sudah ditangkap. Karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dibawa kembali dalam keadaan hidup, akhirnya diputuskan untuk disembelih di rumah pemiliknya, baru kemudian dagingnya dibawa ke letak kurban menggunakan mobil pick-up," jelasnya.
Sementara, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan tahun ini ada dua ekor sapi support Presiden untuk Kabupaten Bangka.
Pertama support untuk Pemprov Babel nan diserahkan Gubernur Babel Hidayat Arsani di lingkungan Nelayan 2 Sungailiat.
"Yang kedua, ini Limosin beratnya nyaris 1 ton, kami serahkan ke Desa Labu," kata Fery.
Fery berambisi daging sapi support Presiden ini dapat di distribusikan secara merata bagi penduduk nan berkuasa di desa tersebut.
Pada Iduladha tahun ini, Desa Labu menyembelih total 12 ekor sapi. Salah satu nan menjadi pusat perhatian adalah sapi jenis Limosin support dari Presiden Prabowo Subianto nan mempunyai berat fantastis, ialah nyaris mencapai 1 ton.
Meski sempat diwarnai tindakan kejar-kejaran, proses pemotongan hewan kurban secara keseluruhan tetap melangkah lancar dan dagingnya segera didistribusikan kepada penduduk nan berhak.(RF/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·