Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Karhutla, Kesultanan Kutai Gelar Salat Istisqa

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Mohon Hujan di Tengah Kemarau dan Karhutla, Kesultanan Kutai Gelar Salat Istisqa Kutai Kartanegara gelar Salat Istisqa(Doc Prokom Kukar)

DI tengah kemarau dan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan tetap terjadi di sejumlah wilayah Kutai Kartanegara, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar Salat Istisqa di laman Kedaton, Tenggarong, Rabu (16/9/2026).

Salat untuk memohon turunnya hujan itu digelar menjelang penyelenggaraan Pesta Adat Erau “Raja Menjamu Rakyatnya” 2026. Selain menjadi bagian dari persiapan spiritual menjelang Erau, angan berbareng tersebut menjadi ikhtiar di tengah kondisi cuaca kering nan meningkatkan akibat kebakaran lahan.

Kondisi tandus di Kukar sebelumnya turut berakibat pada kualitas udara. Di Kelurahan Wonotirto, Kecamatan Samboja, nan masuk wilayah delineasi Ibu Kota Nusantara (IKN), indeks standar pencemar udara (ISPU) tercatat mencapai 162 pada 31 Agustus 2026. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan dikaitkan dengan kabut asap akibat karhutla.

Karhutla juga sempat melanda lahan gambut dan semak belukar di Wonotirto. Tim campuran melakukan pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api kembali muncul.

Di tengah kondisi tersebut, jejeran Kesultanan berbareng pemerintah daerah, tokoh kepercayaan dan masyarakat berkumpul di laman Kedaton untuk melaksanakan Salat Istisqa. Setelah salat, aktivitas dilanjutkan dengan angan berbareng dan Haul Jamak untuk mendoakan para leluhur serta Sultan Kutai Kartanegara terdahulu.

Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri mengatakan Salat Istisqa merupakan ikhtiar berbareng untuk memohon turunnya hujan.

“Hari ini kita melaksanakan Salat Istisqa sebagai corak ikhtiar kita untuk meminta hujan,” kata Aulia.

Usai penyelenggaraan Salat Istisqa, hujan sempat turun ringan di area Tenggarong. Namun, hujan belum merata dan intensitasnya tetap terbatas.

Aulia mengatakan sebagian wilayah Kukar telah mendapatkan hujan, sementara sejumlah wilayah lainnya tetap menghadapi tandus dan karhutla. Karena itu, dia berambisi hujan segera turun dengan intensitas nan cukup untuk membantu mengurangi akibat kekeringan dan kebakaran.

“Semoga hujan segera turun dan memberikan faedah bagi masyarakat serta membantu mengatasi kondisi nan kita hadapi saat ini,” ujarnya.

Selain memohon hujan, aktivitas tersebut juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan seluruh masyarakat dan kelancaran penyelenggaraan Erau Adat Kutai 2026 nan dijadwalkan berjalan pada 20–27 September.

Pemerintah Kabupaten Kukar membujuk masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kewaspadaan selama kondisi kemarau, termasuk mengantisipasi potensi kebakaran rimba dan lahan.

Salat Istisqa di laman Kedaton ini menjadi salah satu rangkaian persiapan menjelang Erau. Namun di tengah ancaman karhutla dan kualitas udara nan sempat memburuk di sejumlah wilayah, angan untuk turunnya hujan juga menjadi angan masyarakat agar kondisi lingkungan segera membaik.

"Mudah-mudahan semua segera membaik. Hujan segera turun dan Erau melangkah sakral dan lancar," tutupnya. (YI)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia