Pilihan mobil listrik jejak dengan nilai di bawah Rp 200 juta sekarang semakin beragam di pasar Indonesia. Model entry level, dengan ukuran lebih besar mulai masuk ke rentang nilai tersebut.
Penggawa lapak di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Peter, menyebut salah satu opsi nan mulai banyak dilirik adalah Wuling BinguoEV. Model ini menawarkan dimensi lebih besar dibanding EV di kelasnya.
“Di bawah Rp 200 jutaan itu ada Wuling BinguoEV, nan tahun 2024 sekitar Rp 190 jutaan sekarang,” ujar Peter saat dihubungi kumparan, Jumat (8/5/2026).
Harga tersebut membikin BinguoEV menjadi pengganti menarik bagi konsumen nan mau naik kelas dari mobil listrik kecil. Dengan kreasi hatchback dan kabin lebih luas, model ini dinilai lebih elastis untuk penggunaan harian.
Selain Wuling, nama BYD Atto 1 juga mulai banyak dicari di pasar. Namun, unit bekasnya tetap cukup jarang ditemukan dibanding model lain di kelasnya.
“BYD Atto 1 nan jenis standar kita enggak pernah dapat. Mungkin di barunya dia jarang jual, jadi belum pernah dapat,” kata Peter.
Ia menjelaskan, kebanyakan unit nan beredar di pasar justru jenis dengan spesifikasi lebih tinggi. Hal ini lantaran selisih nilai dengan jenis standar tidak terlalu jauh saat kondisi baru.
“Kayaknya sih lebih banyak nan jenis premium lantaran selisih harganya juga kan sedikit,” ucapnya.
Menariknya, nilai jejak BYD Atto 1 tidak mengalami penurunan signifikan. Hal ini dipengaruhi oleh kesiapan unit nan tetap terbatas di pasar mobil bekas.
“Tapi BYD Atto 1 jika ada nan jejak harganya beda Rp 10 juta dibandingkan model barunya,” jelasnya.
Sebagai gambaran, untuk jenis dengan nilai baru di bawah Rp 200 juta, selisih nilai bekasnya hanya sekitar Rp 10 jutaan. Ini membikin depresiasi mobil listrik tertentu tetap relatif kecil.
“Jadi jika barunya jenis bawah Rp 199 juta, bekasnya sekitar Rp 189 jutaan. Karena stok bekasnya juga tetap jarang untuk BYD Atto 1,” katanya.
Menurut Peter, tingginya permintaan juga menjadi aspek lain nan menahan nilai tetap tinggi. Model ini apalagi disebut mempunyai daya tarik layaknya mobil LCGC terkenal di pasar konvensional.
“Karena memang peralatan laku jika BYD Atto 1. Sama kayak pengganti Honda Brio, mobil ini jadi banyak nan cari,” tutupnya.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·