
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani (Foto: BMKG)
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mensupervisi penyelenggaraan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani darurat musibah kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Sumatera Selatan.
Langkah tersebut menindaklanjuti SK Gubernur Sumatera Selatan Nomor 235/KPTS/2026 nan menetapkan status siaga darurat musibah asap di wilayah tersebut sejak 22 April 2026.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan pentingnya langkah preventif nan proaktif seiring prediksi masuknya musim tandus dan pengaruh anomali suasana pada 2026. Karena itu, masyarakat dan pihak mengenai perlu melakukan langkah pencegahan guna menghindari musibah demi kepentingan bersama.
“Musim tandus dan El Nino itu dua kejadian nan terpisah. nan kita khawatirkan adalah ketika musim tandus terjadi saat fase El Nino aktif. Kondisi inilah nan terjadi pada 2015, 2019, dan 2023, serta diprediksi kembali muncul mulai 2026 ini. BMKG bakal terus memantau agar prediksi ke depan lebih akurat,” kata Faisal, Sabtu 9 Mei 2026.
Secara umum, wilayah Sumatera Selatan memerlukan perhatian ekstra lantaran menghadapi musim tandus nan condong di bawah normal alias lebih kering tahun ini. BMKG memperkirakan puncak musim tandus di wilayah tersebut bakal terjadi pada Agustus 2026.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·