Jakarta, CNBC Indonesia - Industri otomotif nasional tetap dibayangi ancaman gangguan pasokan bahan baku plastik di tengah memanasnya situasi geopolitik global. Meski penjualan mobil mulai pulih, produsen kendaraan tetap berbilang dengan akibat rantai pasok.
Penjualan mobil nasional pada April 2026 memang menunjukkan kenaikan signifikan. Data GAIKINDO mencatat wholesales mencapai 80.776 unit alias naik 55% secara tahunan.
Namun di kembali pemulihan tersebut, produsen otomotif tetap menghadapi tantangan di sektor pasokan komponen. Salah satunya mengenai bahan baku plastik nan digunakan industri manufaktur kendaraan.
Sekretaris Umum GAIKINDO Kukuh Kumara mengatakan kondisi pasokan hingga sekarang belum sepenuhnya normal. Industri tetap memanfaatkan stok nan dimiliki masing-masing pemasok.
"Mungkin ada pemasok-pemasoknya itu kan tetap punya stok," kata Kukuh kepada CNBC Indonesia, Senin (11/5/2026).
Kondisi ke depan sangat berjuntai pada perkembangan geopolitik global. Industri berambisi ketegangan internasional segera mereda agar rantai suplai kembali normal.
"Mudah-mudahan geopolitik ini segera terselesaikan dan kemudian suplai kembali normal," ujarnya.
Untuk mengantisipasi gangguan pasokan, banyak produsen otomotif mulai menerapkan strategi multisourcing. Perusahaan mencari pengganti vendor agar produksi kendaraan tidak terganggu.
Selain mencari pemasok alternatif, sejumlah perusahaan juga tetap mengandalkan stok persediaan bahan baku. Namun daya tahan stok tiap perusahaan berbeda-beda tergantung kapabilitas masing-masing.
"Multi sourcing dan punya tetap ada stok lah ya," ujarnya.
Kukuh memperkirakan rata-rata perusahaan mempunyai buffer stok sekitar dua hingga tiga bulan. Namun kondisi itu tetap berjuntai pada volume produksi dan kebutuhan tiap pabrikan.
"Itu biasanya mereka punya buffer sekitar 2-3 bulanan ya, tapi kan tergantung dari level masing-masing perusahaan stoknya seberapa," kata Kukuh.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·