MNCN Garap Ekosistem Berita dan Olahraga, CMRY Suntik Rp125 Miliar ke Distribusi

Sedang Trending 23 jam yang lalu

Jakarta -

Market Overview

Bursa saham Indonesia kembali berada di area merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (15/9) ditutup turun 1,13% ke level 6.534,69.

Sejumlah saham tetap bisa bergerak positif. BREN naik 1,29%, ANTM menguat 2,51%, sedangkan KLBF mencatat kenaikan 4,76%. Di sisi lain, tekanan terbesar datang dari BYAN nan ambruk 8,11%. BBRI turun 2,35% dan BBCA terkoreksi 1,54%.

Investor asing juga mencatatkan tindakan jual bersih. Nilai net sell asing mencapai Rp354,16 miliar di pasar reguler dan Rp349,28 miliar jika dihitung berasas seluruh pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan negatif terjadi di sebagian besar sektor. Sebanyak delapan dari 11 sektor saham berhujung melemah. Sektor Industrial menjadi nan paling terkoreksi dengan penurunan 1,56%, sementara sektor Health menjadi satu-satunya golongan dengan penguatan tertinggi sebesar 0,24%.

Tekanan juga datang dari pasar global. Tiga indeks utama Wall Street kompak melemah. Dow Jones turun 0,63% ke 52.093, S&P 500 terkoreksi 0,45% ke 7.585, dan Nasdaq turun 0,78% ke 25.981.

Saham BYAN kembali menjadi perhatian setelah turun 8,11% dan memberikan kontribusi negatif sebesar 14,67 poin terhadap IHSG. Penurunan tersebut terjadi setelah adanya force majeure pada tiga anak upaya mengenai persetujuan RKAB 2026 nan belum terbit. Kondisi ini turut menjadi perhatian lantaran dapat berangkaian dengan volume produksi dan keahlian pendapatan perseroan.

Sejalan dengan pergerakan IHSG, ETF EIDO turun 1,01%, sedangkan indeks MSCI Indonesia terkoreksi 1,61%.

Berita Emiten

  1. PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN)

MNCN memperluas ekosistem upaya medianya melalui kerja sama dengan Republik Media Anak Bangsa (RMAB) dan Sinergi Terang Abadi (STA).

Kolaborasi tersebut mencakup pengembangan ekosistem buletin dan olahraga nan menghubungkan beragam kanal, mulai dari televisi, radio, platform digital hingga streaming.

Sejumlah aset media MNCN masuk dalam kerja sama ini, termasuk iNews Media Group, iNews TV dan jaringan radio milik perseroan. Di kanal digital, ekosistem tersebut mencakup Okezone, iNews, Sindonews, News+ dan IDX Channel.

Jika digabungkan, jaringan tersebut mempunyai sekitar 72 juta followers dan subscribers dengan jumlah views mencapai sekitar 1,8 miliar per bulan.

Penguatan ekosistem audiens menjadi salah satu langkah MNCN di tengah tekanan pada upaya iklan. Pada semester I-2026, pendapatan perseroan tercatat Rp3,52 triliun, turun 13,59% dibandingkan Rp4,07 triliun pada semester I-2025.

Penurunan tersebut terutama dipengaruhi oleh melemahnya pendapatan iklan. Namun, upaya konten dan subscription tetap mencatat pertumbuhan. Kondisi ini membikin pengembangan kanal digital dan pendapatan berulang menjadi bagian dari strategi MNCN dalam mengembangkan upaya medianya.

  1. PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY)

CMRY menambah penyertaan modal secara berjenjang sebesar Rp125 miliar kepada anak upaya nan dikendalikannya, Macrosentra Niagaboga.

Tambahan modal tersebut disiapkan untuk mendukung pengembangan pusat pengedaran sekaligus memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan.

Transaksi ini termasuk transaksi hubungan nan dikecualikan berasas POJK No. 42/POJK.04/2020. Pasalnya, Macrosentra Niagaboga merupakan perusahaan terkendali dengan kepemilikan saham sebesar 99,99% oleh CMRY.

Perseroan menyatakan transaksi tersebut tidak menyebabkan perubahan pengendalian dan tidak memberikan akibat material terhadap kondisi keuangan, operasional maupun kelangsungan upaya CMRY.

Ekspansi pengedaran dilakukan ketika keahlian CMRY pada semester I-2026 tetap mencatat pertumbuhan. Pendapatan perseroan mencapai Rp6,46 triliun, naik 25,50% secara tahunan dari Rp5,15 triliun pada semester I-2025.

Laba bersih CMRY juga meningkat 17,88% secara tahunan menjadi Rp1,17 triliun dari sebelumnya Rp0,99 triliun. Penambahan modal ke lini pengedaran menjadi bagian dari langkah perseroan memperluas jangkauan produk dan mendukung aktivitas operasional.

  1. PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM)

DPUM menyiapkan shopping modal sebesar Rp100 miliar pada 2026. Rencana tersebut muncul setelah Rama Indonesia, bagian dari Unirama Group, menjadi pemegang saham pengendali baru DPUM melalui pengambilalihan 2,47 miliar saham.

Bersamaan dengan rencana investasi tersebut, DPUM menargetkan EBITDA dapat meningkat rata-rata 7,75% per tahun sepanjang 2027-2030.

Pergantian pengendali terjadi saat keahlian DPUM tetap menghadapi tekanan. Pada semester I-2026, pendapatan perseroan tercatat Rp407,53 miliar, turun 29,47% dibandingkan Rp577,82 miliar pada periode nan sama tahun sebelumnya.

DPUM juga membukukan kerugian Rp30,98 miliar setelah aktivitas upaya perseroan terdampak kebakaran.

Dengan kondisi neraca nan tetap tertekan, realisasi rencana pemulihan DPUM bakal berangkaian dengan support pengendali baru, penggunaan capex Rp100 miliar, serta penyelesaian klaim nan proses write-off-nya tetap belum final.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • KLBF - Buy 755-765 | TP 780-790 | SL 720

  • ERAL - Buy 324-328 | TP 332-336 | SL 308

  • MAPI - Buy 1370-1380 | TP 1400-1420 | SL 1300

  • PGEO - Buy 1040-1055 | TP 1070-1080 | SL 1000

  • CMRY - Buy 4520-4540 | TP 4600-4640 | SL 4370

Disclaimer: Ingat, bahwa segala kajian dan rekomendasi saham dalam tulisan ini berkarakter informatif sekaligus bukan merupakan rayuan untuk membeli alias menjual saham tertentu.

(ang/ang)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance