Jakarta -
Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), meningkatkan suku kembang acuannya untuk pertama kali sejak Juli 2023. The Fed juga memberi sinyal tetap ada kesempatan meningkatkan suku kembang lagi hingga akhir tahun demi meredam inflasi.
Suku kembang diputuskan naik sebesar 25 pedoman poin (bps) dalam pertemuan Rabu (16/9). Keputusan nan diambil dengan bunyi bulat 12-0 itu membikin suku kembang referensi The Fed naik ke kisaran 3,75-4%.
"Kebijakan hari ini bakal mendukung kembalinya inflasi ke sasaran Komite sebesar 2% secara lebih cepat. Komite bakal mewujudkan stabilitas harga," kata Federal Open Market Committee (FOMC) dikutip dari CNBC, Kamis (17/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inflasi Tinggi
Ketua The Fed Kevin Warsh mengatakan inflasi AS sudah berada di level terlalu tinggi dalam waktu nan terlalu lama. The Fed mau memastikan inflasi betul-betul bergerak menuju sasaran 2%.
Menurut Warsh, keputusan meningkatkan suku kembang juga mempertimbangkan kondisi perekonomian AS nan tetap kuat, termasuk pasar tenaga kerja. Di saat bersamaan, inflasi tetap berada di atas sasaran dan ketegangan di Timur Tengah turut menjadi perhatian.
Kenaikan suku kembang sebenarnya sudah diperkirakan pelaku pasar. Sebelum keputusan diumumkan, pasar memperkirakan kesempatan kenaikan suku kembang mencapai lebih dari 90%.
Inflasi AS nan tetap tinggi menjadi salah satu aspek nan memperkuat ekspektasi tersebut. Ditambah lagi, pernyataan Warsh beberapa pekan sebelumnya telah memberi sinyal bahwa The Fed berkesempatan kembali meningkatkan suku kembang setelah terakhir kali melakukannya pada Juli 2023.
Kenaikan Satu Kali Lagi
Pengetatan kebijakan moneter AS kemungkinan belum berakhir. Proyeksi terbaru The Fed menunjukkan kebanyakan pejabatnya memandang kesempatan kenaikan suku kembang kembali hingga akhir 2026.
Untuk tahun-tahun berikutnya, The Fed tidak memproyeksikan kenaikan suku kembang lebih lanjut. Proyeksi menunjukkan satu kali pemangkasan suku kembang pada 2028 dan setidaknya satu kali pemangkasan pada 2029.
The Fed juga meningkatkan proyeksi inflasi AS tahun ini. Inflasi berasas indeks nilai pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) diperkirakan mencapai 3,7%, sedangkan PCE inti nan tidak memasukkan nilai pangan dan daya diproyeksikan sebesar 3,4%.
(ily/ara)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·