Jakarta -
Mahkamah Konstitusi (MK) menargetkan sidang gugatan soal program Makan Bergizi Gratis (MBG) masuk biaya pendidikan dapat diputus bulan Juli 2026. Target itu disampaikan saat meminta pihak pemerintah dan DPR RI untuk membatasi jumlah saksi mahir nan dihadirkan pada persidangan pekan depan.
Dilansir Antara, Selasa (16/6/2026), penyataan itu disampaikan Ketua MK Suhartoyo dalam persidangan uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026 untuk pemohon nomor 40/PUU-XXIV/2026, nomor 52/PUU-XXIV/2026 dan nomor 55/PUU-XXIV/2026 di Ruang Rapat Pleno, Gedung I MK, Jakarta, Senin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berawal dari permohonan mahir dari pihak pemerintah/presiden nan mengusulkan lebih dari tiga mahir untuk dimintai keterangan pada persidangan lanjutan nan dijadwalkan pekan depan Selasa (23/6). Namun permintaan itu tidak dikabulkan oleh Ketua MK Suhartoyo dan meminta jumlah mahir dari pemerintah disamakan dengan mahir dari DPR RI, ialah masing-masing tiga mahir untuk tiga perkara a quo.
"Dari (kuasa) presiden (ada mahir dihadirkan)," tanya Suhartoyo kepada kuasa norma pemerintah.
"Ada nan mulia, setiap perkara dua mahir nan mulia," kata Zulmansyah, selaku Direktur Litigasi dan Non Litigasi, Kementerian Hukum mewakili kuasa norma pemerintah.
Mendengar jumlah saksi lebih dari tiga, Suhartoyo langsung memotong, dan mengingatkan soal waktu persidangan nan tidak memungkinkan untuk memeriksa empat saksi.
"Jangan, waktunya pak," kata Suhartoyo mengingatkan, lampau diamini oleh kuasa norma pemerintah.
Suhartoyo menyebut, pengadil konstitusi berupaya menyelesaikan perkara tersebut paling lambat akhir bulan ini, sehingga tidak kehilangan rumor dari apa nan menjadi permohonan para pemohon.
"MK bakal menyelesaikan permohonan ini paling lambat akhir bulan ini. Sehingga bulan depan semestinya sudah bisa diputus perkara. Sehingga tidak kehilangan rumor apa nan menjadi permohonan provisi para pemohon. Meskipun tidak dalam konteks itu, jika kelak semakin lambat juga," terang Suhartoyo.
Kuasa norma dari pemerintah mencoba menawar menjadi empat ahli. Akan tetapi, Suhartoyo kembali menolak.
"Empat mahir nan mulia?" tanya Zulmansyah.
"Tiga, sama seperti DPR," tugas Suhartoyo.
Setelah mendapat pemahaman, Suhartoyo menutup persidangan dan bakal dilanjutkan kembali pada Selasa tanggal 23 Juni 2026 pukul 08.30 WIB. Diperkirakan sidang berjalan lama, mengingat biasanya MK menggelar sidang mulai pukul 10.30 WIB.
"Oleh lantaran itu, kami jadwalkan Selasa, 23 Juni 2026 pukul 08.30 WIB, jika perlu sampai siang mengenai permohonan sidang ini," pungkas Suhartoyo.
(maa/maa)
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·