Mitos Umur Panjang: Mengapa Harapan Hidup Manusia Memiliki Batas Biologis

Sedang Trending 4 hari yang lalu
 Mengapa Harapan Hidup Manusia Memiliki Batas Biologis Ilustrasi.(Magnific)

BANYAK orang meyakini bahwa masa hidup manusia meningkat drastis seiring berjalannya waktu. Namun, riset demografi terbaru nan dirilis oleh media Denmark, Videnskab, menunjukkan bahwa lonjakan nomor angan hidup rata-rata menyembunyikan kebenaran nan berbeda.

Tingginya nomor kematian bayi di masa lampau secara signifikan menarik turun rata-rata populasi. Ketika info kematian anak usia awal dipisahkan dari catatan sejarah, rentang hidup orang dewasa di masa lampau rupanya tidak jauh berbeda dengan manusia modern.

Mengapa Angka Rata-Rata Menyesatkan

Di Swedia sekitar tahun 1900, angan hidup rata-rata saat lahir hanya 57 tahun. Namun, usia kematian nan paling umum bagi orang dewasa pada masa itu sebenarnya sudah mendekati 80 tahun. Pola serupa ditemukan dalam studi di era Victoria Inggris. Orang dewasa secara rutin memperkuat hidup hingga pertengahan usia tujuh puluhan.

Bahkan, catatan populasi Yunani Kuno mencerminkan pola ini dengan median usia dewasa sekitar 68 tahun. Peningkatan tajam dalam angan hidup rata-rata selama satu abad terakhir lebih berfaedah bahwa jauh lebih banyak orang sekarang sukses mencapai usia tua dengan selamat berkah sanitasi dan medis modern, bukan lantaran proses penuaan biologis nan melambat.

Batas Biologis nan Kaku

Meskipun kemajuan medis sangat pesat, pemisah absolut umur manusia tetap tetap selama beberapa dekade. Sejak Jeanne Calment meninggal bumi pada usia 122 tahun pada 1997, belum ada manusia nan memecahkan rekor tersebut. Hal ini menunjukkan ada tembok biologis yang kokoh.

Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal Nature menganalisis tren demografi dunia dan menyimpulkan bahwa pemisah maksimal umur manusia mencapai puncaknya pada 1990-an. Proyeksi statistik menunjukkan bahwa kesempatan seseorang untuk melewati periode pemisah 125 tahun sangatlah kecil, ialah kurang dari 1 banding 10.000 setiap tahun.

Peneliti Denmark nan memeriksa info mortalitas dunia juga tidak menemukan bukti bahwa laju penuaan manusia melambat. Perbaikan kesehatan publik memungkinkan rekor jumlah orang untuk memperkuat hidup hingga usia 80-an dan 90-an, tetapi biologi manusia tetap menghadapi pemisah historis nan tegas.

Menambah Tahun alias Kualitas Hidup?

Walaupun manusia mungkin tidak dapat menembus plafon biologis umur, pilihan style hidup secara drastis mengubah gimana tahun-tahun tersebut dihabiskan. Studi kohort besar di Denmark terhadap lebih dari 57.000 orang dewasa nan diterbitkan dalam Scientific Reports menunjukkan hasil signifikan.

Individu dengan kebiasaan paling sehat bisa menunda penyakit kronis utama--seperti kanker, penyakit jantung, dan demensia--selama lebih dari tujuh tahun. Hidup sehat tidak sekadar memperpanjang masa renta, melainkan memadatkan masa sakit ke dalam jendela waktu nan jauh lebih mini di akhir hayat.

Kesimpulannya, jam biologis mungkin tetap berdebar pada kecepatan nan sama, tetapi seberapa baik kita hidup sebelum waktu itu lenyap tetap berada di tangan kita sendiri. (Dagens.com US/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia