Mitos atau Fakta: Makan Pasta Bikin Gemuk?

Sedang Trending 1 hari yang lalu

 Makan Pasta Bikin Gemuk?

Ilustrasi makan pasta. (Foto: dok Magnific/senivpetro)

JAKARTA - Biasanya pasta sering menjadi makanan nan dihindari saat seseorang sedang berupaya diet. Alasannya sederhana, pasta dianggap tinggi karbohidrat dan bisa membikin berat badan naik.

Menurut master nan dikutip The Standard, pasta sebenarnya tak otomatis menyebabkan kenaikan berat badan. nan lebih krusial adalah jumlah nan dikonsumsi, bahan pendamping, serta total kalori dalam sehari. 

Pasta nan dibuat dari semolina gandum durum juga termasuk sumber karbohidrat kompleks. Jenis karbohidrat ini dicerna lebih lambat sehingga dapat memberikan daya secara bertahap.

Selain itu, pasta dari gandum durum mempunyai indeks glikemik nan relatif lebih rendah dibandingkan beberapa sumber karbohidrat olahan, seperti nasi putih dan roti dari tepung terigu nan sangat halus. 

Jadi, sebelum betul-betul menghapus pasta dari menu harian, ada beberapa dugaan nan perlu diluruskan.

1. Pasta Pasti Bikin Berat Badan Naik

PubMed Central juga menemukan bahwa konsumsi pasta dalam pola makan sehat tak berangkaian dengan peningkatan berat badan. Bahkan, dalam pola makan dengan indeks glikemik rendah, konsumsi pasta dikaitkan dengan sedikit penurunan berat badan dan indeks massa tubuh. Artinya, makan pasta sesekali bukan berfaedah otomatis membikin timbangan naik.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin women lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com