Misteri Ribuan Bahasa di Dunia Berbeda Terungkap Lewat Bentuk Tenggorokan

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Misteri Ribuan Bahasa di Dunia Berbeda Terungkap Lewat Bentuk Tenggorokan Ilustrasi(Magnific)

SETIAP manusia di bumi berbincang dengan saluran vokal nan berbeda satu sama lain. Saluran berbentuk tabung nan terdiri dari daging, tulang, dan tulang rawan ini mengubah napas menjadi tuturan kata dalam corak dan ukuran nan beragam.

Variasi perseorangan tersebut selama ini kerap diabaikan oleh para mahir linguistik dan dianggap sekadar gangguan nan tidak relevan. Namun, studi terbaru nan dipimpin oleh Steven Moran dan Tiena Danner dari Universitas Neuchâtel, Swiss, mengungkapkan bahwa perbedaan anatomi tubuh ini justru menjadi pengaruh tersembunyi di kembali menakjubkannya keberagaman bahasa di dunia.

Penelitian nan diterbitkan dalam jurnal PLOS Biology tersebut memberikan penjelasan biologis atas pertanyaan nan telah membingungkan para master selama berabad-abad: kenapa sekitar 7.000 bahasa nan dituturkan di bumi terdengar sangat berbeda satu sama lain?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, para peneliti menganalisis info pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) secara real-time dari 32 penutur bahasa Inggris AS,16 laki-laki dan 16 perempuan, saat mereka aktif berbicara. Pemindaian nan diambil dari USC 75-Speaker Speech MRI Database tersebut menangkap corak saluran vokal setiap penutur pada momen presisi saat mereka mengucapkan bunyi vokal tertentu.

Hasil pemindaian memperlihatkan gambaran nan mencolok. Meskipun mengucapkan bunyi vokal nan sama, para penutur menggerakkan tenggorokan, lidah, dan bibir mereka dengan langkah nan sangat berbeda. Beberapa orang mempunyai langit-langit mulut nan pendek dan melengkung, sementara nan lain mempunyai langit-langit mulut nan lebih panjang dan rata. Lidah setiap orang beradaptasi dengan anatomi spesifik mereka masing-masing.

Tim peneliti menemukan para penutur berupaya mengompensasi perbedaan anatomi mereka dengan menyesuaikan aktivitas artikulasi agar dapat menghasilkan bunyi sasaran nan sama. Namun, kompensasi tersebut tidak sempurna. Anatomi saluran vokal tetap memengaruhi sinyal akustik, sehingga membikin setiap penutur terdengar sedikit berbeda meskipun mengucapkan bunyi nan identik.

Para peneliti kemudian membandingkan ragam pada penutur bahasa Inggris tersebut dengan ragam fonetik nan tercatat di sembilan bahasa lainnya, ialah bahasa Basque, Bulgaria, Hindi, Italia, Portugis, Rumania, Tamil, Turki, Rusia, dan Vietnam.

Hasilnya menunjukkan pola ragam di dalam satu bahasa mencerminkan pola ragam antarbahasa. Variasi akustik di antara sesama penutur bahasa Inggris terlihat sangat mirip dengan ragam saat membandingkan bahasa Inggris, Hindi, hingga Turki. Hal ini mengindikasikan bahwa bibit perbedaan fonetik antar-bahasa sebenarnya sudah ada di dalam ragam perseorangan pada satu organisasi masyarakat.

Peneliti merujuk pada prinsip biologi evolusioner: ragam dalam suatu populasi menyediakan bahan baku bagi munculnya perbedaan antar-populasi. Nenek moyang nan sama, pola makan, alias lingkungan tumbuh kembang dapat mengarahkan anatomi vokal suatu masyarakat ke arah nan sama.

Jika cukup banyak penutur berbagi kecenderungan anatomi nan sama, perihal tersebut secara perlahan dapat membentuk gimana bunyi bahasa seluruh komunitas. Selama bertahun-tahun dan melintasi generasi, kecenderungan anatomi mini ini dapat terakumulasi menjadi perbedaan bahasa nan signifikan. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑