Liputan6.com, Jakarta - Kasus penemuan tempat mirip bunker di sebuah sekolah swasta di Jakarta Selatan menguak kebenaran baru. Hanya mantan ketua yayasan sekolah berinisial IWD dan orang dekatnya nan bisa mengakses ruangan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Kuasa norma yayasan, Hermawanto. Dia mengatakan pengurus baru tidak dapat memasuki ruangan tersebut setelah IWD diberhentikan dari jabatannya pada 18 April 2026. Alasannya lantaran seluruh kunci dibawa IWD.
“Ketika mereka tidak boleh lagi beraktivitas atas nama yayasan, seluruh kunci-kunci itu dibawa sama mereka sehingga kita tidak punya akses. Akhirnya kita meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan itu,” kata Hermawanto kepada wartawan, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hermawanto, ruangan itu baru dibuka berbareng personel Polres Metro Jakarta Selatan. Dari dalam ruangan, yayasan mengaku menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi dan aksesori senjata.
Pada pembukaan ruangan lain, ditemukan lagi komponen senjata, peluru, perangkat kreator amunisi, peralatan nan diduga narkotika, serta puluhan CD porno. Penemuan itu pada Rabu, 5 Agustus 2026 malam.
Hermawanto mengatakan, berasas pengetahuan yayasan, akses ke ruangan tersebut sebelumnya hanya dimiliki IWD dan orang-orang nan bekerja bersamanya.
“Hanya dia dan orang-orangnya dia,” ujarnya saat ditanya siapa nan selama ini dapat mengakses ruangan tersebut.
Dia menjelaskan, orang nan selama ini bertanggung jawab terhadap ruangan itu juga tidak pernah kembali ke sekolah setelah IWD diberhentikan.
“Ruangan ditemukan senjata itu ruangan nan tertutup, dikunci oleh siapa, kuncinya dipegang oleh dia dan anak buahnya dia. Orang nan ikut bertanggung jawab terhadap ruangan itu ikut keluar, tidak pernah masuk lagi ke sekolah ketika si ketuanya kita berhentikan. Sampai saat ini orang ini kita tidak tahu posisinya di mana,” katanya.
Saat ditanya apakah dugaan terhadap IWD menjadi lebih kuat, Hermawanto menjawab perihal itu sebatas dugaan dari pihak yayasan.
“Makanya dugaan ke dia sangat kuat,” ujarnya.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·