Kegiatan liputan Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)
Awalnya, saya tidak pernah menyangka bakal mendapatkan kesempatan nan sangat luar biasa ini. Pada hari Senin, 24 Agustus 2026, saya berbareng 49 reporter cilik lainnya mendapatkan kesempatan berbobot untuk mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PT DI). Tempat ini merupakan pabrik pesawat terbang terbesar di Indonesia sekaligus di area Asia Tenggara. Program factory visit nan sangat seru ini diselenggarakan untuk menyambut HUT ke-50 PT DI nan bekerja sama dengan Media Indonesia.
Perusahaan dirgantara megah nan terletak di Jalan Pajajaran No. 154, Kota Bandung ini didirikan oleh Bapak B.J. Habibie pada tanggal 26 April 1976. Petualangan jurnalistik kami dimulai dari area hangar PT DI nan ukurannya luar biasa luas. Aku langsung dibuat kagum saat memandang enam unit pesawat terbang nan sedang dipamerkan dengan gagah di sana. Dari kunjungan ini, saya jadi tahu beberapa jenis pesawat dahsyat nan sukses dibuat oleh PT DI, mulai dari jenis NC212i, CN235, N219, UAV MALE, UAV Wulung, hingga proyek Pesawat Amfibi.
Di area hangar tersebut, saya juga mendapatkan kesempatan emas untuk mewawancarai salah satu staf mahir berjulukan Bapak Ricky Fadhillah nan bekerja di bagian Manufacturing Engineering. Menurut penjelasan beliau, setiap jenis pesawat nan diproduksi mempunyai kelebihan dan spesifikasi uniknya masing-masing. Misalnya, pesawat seri CN235 bisa mengudara hingga mencapai ketinggian maksimal 7.600 meter dengan lama terbang selama 12 jam nonstop. Sementara itu, seri NC212i dirancang unik untuk terbang hingga ketinggian maksimal 3.600 meter dengan lama terbang selama 6 jam. Mendengar penjelasan perincian tersebut, saya langsung sadar bahwa proses membikin sebuah pesawat terbang sangat memerlukan kerja keras, kekompakan tim, serta tingkat ketelitian nan luar biasa.
Pengalaman nan paling berkesan bagiku adalah saat kami semua diizinkan untuk memandang kecanggihan sistem pesawat secara langsung dari jarak nan sangat dekat. Menyaksikan tombol-tombol rumit di dalam pesawat tersebut seketika memicu angan besarku. Aku bermimpi suatu hari kelak bisa ikut merancang dan membikin pesawat terbang masa depan hasil karyaku sendiri.
Kunjungan sebagai Reporter Cilik ke PT DI hari ini betul-betul membuka mata kami semua bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa nan sangat dahsyat dan mandiri. Kita kudu bangga lantaran bangsa kita terbukti bisa memproduksi pesawat terbang sendiri untuk mendunia. Sekian laporan keseruan saya langsung dari area PT Dirgantara Indonesia, Kota Bandung. Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat belajar dan gantungkanlah cita-citamu setinggi langit! (X-6)

English (US) ·
Indonesian (ID) ·