Minuman Zero Sugar Makin Populer, Industri F&B Ikuti Selera Konsumen Muda

Sedang Trending 1 jam yang lalu
PT Ikaria Multirasa Group, perusahaan di kembali ZOZO, menjalin kerja sama dengan PT Taurus Gemilang, perusahaan hospitality dan F&B nan telah beraksi sejak 1989. Foto: Dok. Istimewa

Perkembangan industri makanan dan minuman (F&B) di Indonesia terus diwarnai oleh perubahan preferensi konsumen.

Salah satu tren nan semakin mendapat perhatian adalah meningkatnya minat terhadap pilihan minuman dengan kandungan gula lebih rendah, terutama di kalangan generasi muda nan mulai mempertimbangkan aspek kesehatan tanpa mengesampingkan cita rasa.

Perubahan selera tersebut menjadi bagian dari dinamika pertumbuhan sektor makanan dan minuman di Indonesia. Setelah periode pertumbuhan volume nan condong melambat akibat inflasi nan menekan daya beli, pasar FMCG sekarang kembali berekspansi dengan pertumbuhan sekitar 3,6% dalam beberapa kuartal terakhir.

Sementara itu, sektor Makanan & Minuman tumbuh di atas rata-rata kategori, ialah sekitar 6,49–6,51% menjelang pertengahan 2026.

Pertumbuhan tersebut juga diikuti perubahan lanskap persaingan di industri F&B. Pelaku upaya nan lebih mini dinilai mempunyai ruang untuk bergerak lebih sigap dalam merespons tren lokal dan perubahan preferensi konsumen.

Kehadiran media sosial dan kanal digital turut membuka kesempatan bagi pelaku upaya untuk mengembangkan produk berasas tren nan berkembang serta berinteraksi langsung dengan konsumen.

Ilustrasi minuman kemasan. Foto: RymanStudio/Shutterstock

Di kategori minuman, salah satu perkembangan nan terlihat adalah semakin beragamnya pilihan produk dengan klaim zero sugar dan zero calorie. Tren ini turut membuka ruang bagi pelaku industri untuk menghadirkan pengganti minuman nan menyesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

Dalam konteks tersebut, PT Ikaria Multirasa Group, perusahaan di kembali ZOZO, dan PT Taurus Gemilang, perusahaan hospitality dan F&B nan telah beraksi sejak 1989, mengumumkan investasi strategis baru sebagai bagian dari kemitraan kedua perusahaan untuk mengembangkan kategori minuman zero sugar di Indonesia. Transaksi ini juga didampingi oleh Naiman Global sebagai penasihat (advisor).

ZOZO (Zero Sugar & Zero Calories) merupakan perusahaan minuman soda nan berfokus pada kategori minuman zero sugar dan zero calorie untuk pasar Indonesia. Dua puluh bulan setelah peluncurannya, ZOZO telah mempunyai tiga jenis produk (SKU), ialah cola, mixer, dan soda water, nan tersedia di Jabodetabek, Bali, Bandung, dan Surabaya.

Produk ZOZO menggunakan klaim zero sugar dan zero calorie nan telah diregulasi oleh BPOM dan dibuktikan melalui laboratorium, serta telah mempunyai sertifikasi legal dari BPJPH. Perkembangan tersebut menjadi salah satu pertimbangan PT Taurus Gemilang dalam melakukan investasi pada entitas upaya nan telah mempunyai operasional dan pengedaran di pasar.

Investasi ini menjadi bagian dari rencana pengembangan ZOZO di kategori minuman non-alkohol. Perusahaan berencana memperluas portofolionya dari tiga SKU saat ini menjadi enam jenis ke depannya, dengan tujuan menyediakan lebih banyak pilihan minuman bagi konsumen Indonesia.

“Kemitraan ini merupakan corak kepercayaan terhadap apa nan telah dibangun ZOZO selama dua puluh bulan terakhir, sekaligus ke mana kami bakal membawa merek ini selanjutnya,” ujar Yanni Sialas, Co-Founder ZOZO.

Menurut Yanni, berkolaborasi dengan PT Taurus Gemilang merupakan langkah krusial dalam ambisi kami untuk turut serta dalam babak baru industri minuman di Indonesia.

"Seiring terus berkembangnya preferensi konsumen, terutama di kalangan konsumen muda nan mencari pilihan zero sugar dan lebih sadar bakal kesehatan, kami memandang kesempatan besar untuk mengembangkan kategori minuman bebas gula," jelas dia.

"Bersama-sama, kami menghadirkan kapabilitas nan saling melengkapi, pemahaman pasar, serta skala upaya untuk menjadikan minuman nan lebih baik semakin mudah diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia,” tambahnya.

PT Ikaria Multirasa Group, perusahaan di kembali ZOZO, menjalin kerja sama dengan PT Taurus Gemilang, perusahaan hospitality dan F&B nan telah beraksi sejak 1989. Foto: Dok. Istimewa

PT Taurus Gemilang, penanammodal di kembali putaran investasi ini, merupakan perusahaan hospitality dan F&B nan telah beraksi sejak 1989. Meskipun berakar dari sektor airport di Indonesia, PT Taurus Gemilang sekarang berekspansi ke pusat kota dan ruang style hidup modern melalui portofolio nan terus berkembang, termasuk Subform dan Warung Made.

Perkembangan tersebut turut membentuk pendekatan perusahaan dalam mengevaluasi investasi baru.

“Di tengah kondisi pasar nan semakin menantang, kami percaya sangat krusial untuk tetap disiplin dan selektif, berfokus pada upaya dengan esensial nan kuat, posisi nan jelas, dan potensi jangka panjang,” ujar Budi Purnomo, CEO PT Taurus Gemilang.

Budi memandang ZOZO bukan sekadar merek dengan satu kategori produk, melaikan sebagai upaya konsumen dengan kesempatan untuk tumbuh melalui penemuan produk, ekspansi distribusi, dan penguatan merek.

"Proposisinya relevan dengan perubahan preferensi konsumen saat ini, sementara kemampuannya dalam eksekusi memberi kami kepercayaan terhadap potensinya untuk terus berkembang," terang dia.

“Investasi ini mencerminkan kepercayaan kami bahwa upaya nan kuat dapat terus tumbuh apalagi di tengah pasar nan lebih selektif,” lanjut Budi. Bagi PT Taurus Gemilang, keputusan ini tidak semata-mata didorong oleh kondisi pendanaan saat ini, melainkan oleh kepercayaan jangka panjang kami terhadap model upaya ZOZO, timnya, serta kesempatan untuk terus mengembangkan merek ini lebih jauh.

Naiman Global, nan bertindak sebagai penasihat dalam transaksi ini, turut menegaskan keyakinannya terhadap fondasi kesepakatan tersebut.

“Tugas kami adalah menerjemahkan kesamaan pandangan ke dalam kerangka komersial nan mengakomodasi prioritas kedua belah pihak dan dapat dijalankan hingga tahap eksekusi. Kami percaya kemitraan nan terbentuk ini memberikan fondasi nan kuat bagi ZOZO untuk memasuki tahap perkembangan berikutnya," Hadian Hatman, Co-Founder dan Managing Partner Naiman Global.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan