Zendhy Kusuma
JAKARTA - Zendhy Kusuma menyampaikan pernyataan terbuka kepada publik setelah polemik antara dirinya dan restoran Bibi Kelinci menjadi perhatian luas, termasuk dibahas dalam rapat dengar pendapat di DPR.
Dalam pernyataan nan disampaikan melalui siaran langsung di media sosial, Zendhy mengakui bahwa peristiwa nan terjadi pada September tahun lampau bermulai dari situasi nan tidak nyaman di sebuah restoran, di mana dirinya dan family datang sebagai konsumen dan menunggu pesanan cukup lama.
“Saya menyadari bahwa dalam situasi tersebut kami tentu tidak sempurna. Dalam kondisi lapar dan emosi, mungkin ada sikap kami nan semestinya bisa disampaikan dengan langkah nan lebih baik. Untuk itu saya kembali menyampaikan permohonan maaf,” kata Zendhy.
Ia menjelaskan bahwa peristiwa nan pada awalnya merupakan persoalan antara konsumen dan restoran kemudian berkembang jauh lebih besar setelah masuk ke ranah norma dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Zendhy mengungkapkan bahwa dirinya sempat dilaporkan dengan tuduhan pencurian dengan pemberatan, sehingga kudu menjalani proses pemeriksaan oleh kepolisian. Dalam perjalanan perkara tersebut, dia juga menempuh langkah norma sehingga persoalan nan awalnya terjadi di restoran berkembang menjadi perkara di kepolisian.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·