Microsoft Buat WSL Jauh Lebih Stabil, Crash Karena RAM Penuh Kini Tak Lagi Membuat Semuanya Ikut Mati

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Untuk Anda nan sering menggunakan WSL alias Windows Subsystem for Linux untuk ngoding, menjalankan Docker alias melakukan kompilasi software, ada berita baik nih guys, lantaran Microsoft baru saja melakukan perubahan besar pada arsitektur WSL nan membuatnya jauh lebih stabil, terutama ketika menjalankan beban kerja berat nan selama ini sering membikin WSL tiba-tiba hang alias apalagi tidak bisa digunakan sama sekali.

Baca Juga : Kenapa Ada Proses Remote Desktop di WSL? Ini Penjelasannya!

Nah jadi selama ini salah satu kelemahan WSL muncul ketika Linux di dalamnya menjalankan proses nan sangat berat. Misalkan seperti build kernel linux, menjalankan workload AI, menjalankan beberapa container docker sekaligus dan lainnya.

Dimana pada kondisi tersebut, WSL sering mengalami Out of Memory (OOM), dan nan jadi masalah, bukan hanya aplikasi Linux nan berakhir berjalan, tetapi seluruh engine WSL bisa ikut kehilangan sumber daya hingga akhirnya menjadi tidak responsif.

Bahkan dalam beberapa kasus, setelah penggunaan RAM kembali normal, normal, WSL kadang tetap tidak bisa digunakan tanpa kudu di-restart dan jujur aja ini menyebalkan.

Baca Juga : Setup Home Server Saya di GEEKOM A5 — Cuma Pakai WSL

Kini Ada “Jatah” Khusus Untuk WSL

Nah perubahan terbaru dari Microsoft ini cukup menarik guys, lantaran Microsoft sekarang membatasi resource nan dapat digunakan oleh lingkungan Linux melalui sistem sandbox.

Artinya, Linux memang tetap dapat menggunakan nyaris seluruh RAM dan CPU komputer, tetapi tidak boleh menghabiskan semuanya.

Microsoft sengaja menyisakan sedikit resource unik agar komponen inti WSL tetap hidup, dan secara teknis, Linux bakal dibatasi sekitar, 32 MiB lebih sedikit dari total RAM, 0,01 core lebih sedikit dari total CPU dan meskipun sekilas memang terlihat sangat kecil, namun ruang inilah nan menjadi penyelamat agar proses internal WSL tetap melangkah meskipun workload Linux sedang sangat berat.

Jadi Kalau RAM Habis, nan Crash Hanya Programnya

Nah perubahan terbesarnya disini guys, lantaran sebelumnya ketika RAM lenyap terpakai, aplikasi Linux crash, komunikasi antara proses berhenti, WSL ikut hang dan terkadang kita kudu menjalankan wsl –shutdown alias apalagi restart komputer jika semuanya tidak melangkah dengan benar.

Namun, sekarang behaviornya sudah berubah, dimana jika sebuah proses Linux menggunakan resource secara berlebihan, maka hanya proses tersebut nan bakal dihentikan, sementara WSL tetap melangkah normal.

Dengan kata lain, satu aplikasi nan bermasalah tidak lagi menyeret seluruh lingkungan Linux ikut mati.

Menggunakan Arsitektur Linux nan Lebih Modern

Nah Microsoft juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memindahkan WSL sepenuhnya ke Linux cgroup v2, dan bagi sebagian besar pengguna, perubahan ini mungkin tidak bakal terasa.

Namun bagi developer nan tetap menggunakan aplikasi lama nan berjuntai pada cgroup v1, ada kemungkinan muncul masalah kompatibilitas, jadi, jika memang diperlukan, Microsoft tetap menyediakan opsi untuk kembali menggunakan sistem lama melalui file konfigurasi .wslconfig.

Menjalankan Banyak Distro Kini Lebih Lancar

Tidak hanya soal stabilitas saja, Microsoft juga memperbaiki langkah WSL menangani banyak pengedaran Linux sekaligus, sebelumnya, ketika beberapa distro dijalankan secara bersamaan, proses inisialisasi kadang saling mengganggu.

Namun kini, setiap distro mempunyai systemd dan control group masing-masing sehingga proses boot melangkah lebih independen tanpa saling memblokir.

Bagi pengguna nan menjalankan Ubuntu, Debian, Fedora, maupun distro lain secara bersamaan, perubahan ini tentu bakal sangat membantu.

Secara umum, perubahan ini memang tidak menghadirkan fitur baru nan terlihat oleh pengguna, namun menurut saya sih ini, jenis peningkatan ini nan paling krusial lantaran daripada menambahkan fitur baru, Microsoft memilih memperbaiki fondasi WSL agar lebih stabil ketika menghadapi beban kerja berat.

Nah gimana menurutmu? komen dibawah guys dan berikan pendapatmu.

Via : GitHub


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer nan sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya
Sumber Winpoin.com
Winpoin.com