Jakarta, CNN Indonesia --
Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak pembentukan tim audit independen di kasus kematian master internship Myta Aprilia Azmy yang bekerja di Rumah Sakit KH Daud Arif, Jambi.
Ketua MGBKI Budi Iman Santoso menegaskan kasus Myta tersebut tidak boleh dipandang sebagai kejadian individual. Menurutnya kasus ini menjadi peringatan keras adanya kegagalan tata kelola pendidikan kedokteran, supervisi klinis, keselamatan kerja dan perlindungan peserta pendidikan.
Ia mengingatkan bahwa peserta pendidikan kedokteran, termasuk master internship, residen dan program pendidikan klinik lainnya bukanlah tenaga kerja murah nan dapat dibebani tanggung jawab pelayanan tanpa perlindungan, supervisi, dan agunan keselamatan nan memadai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap kejadian kritis alias kematian peserta pendidikan dalam tugas kudu diperlakukan sebagai potensi kegagalan sistem sampai terbukti sebaliknya. Tidak boleh ada victim blaming, intimidasi alias penutupan informasi," ujarnya dalam konvensi pers, Minggu (3/4).
Dalam pernyataan sikapnya, MGBKI menolak segala corak pemanfaatan peserta pendidikan kedokteran. Beban kerja berlebihan, jam kerja tidak manusiawi, penugasan tanpa supervisi adekuat merupakan corak kegagalan tata kelola nan tidak dapat dibenarkan.
Termasuk adanya pembiaran terhadap kondisi sakit nan dialami oleh para peserta pendidikan termasuk master internship.
Kedua, MGBKI juga mendesak pembentukan tim audit nan independen, transparan, dan menyeluruh. Budi meminta Kementerian Kesehatan, KKI, lembaga pendidikan dan rumah sakit wahana pendidikan melakukan audit mengenai kronologi, sistem supervisi, beban kerja, respons klinis, kesiapan obat, serta budaya kerja nan menyertai kejadian ini.
Ia juga meminta agar tidak ada lagi upaya alias intimidasi nan menyudutkan korban. Budi menegaskan ancaman terhadap peserta pendidikan alias memberikan hukuman administratif seperti perpanjangan masa pendidikan lantaran menyuarakan keselamatan kerja kudu dihentikan.
"Keempat menuntut perlindungan hukum, etik, dan akademik bagi peserta pendidikan," jelasnya.
Menurutnya seluruh peserta pendidikan kudu dijamin atas lingkungan belajar nan aman, supervisi klinis nan jelas, akses jasa kesehatan ketika sakit, perlindungan dari perundungan, serta kanal pelaporan nan aman.
Terakhir, MGBKI juga mendorong dilakukannya reformasi nasional sistem internship dan pendidikan klinik. Adapun reformasi dimaksud mulai dari penataan ulang sistem internsip dan pendidikan klinik nasional.
"Yang meliputi pemisah jam kerja, rasio supervisi, standar kompetensi wahana, sistem pelaporan insiden, agunan kesehatan kerja, serta sistem pertimbangan berkala," pungkasnya.
Sejumlah kolega kedokteran menyoroti dugaan beban kerja berat Myta sebelum wafat. Sebelum meninggal, Myta sempat kritis dan dirawat di ICU RSUP Dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.
Ketua Umum Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) Achmad Junaidi mengatakan pihaknya bakal mengawal kasus meninggalnya Myta nan tengah menjalani program internship tersebut.
"Kita sebelumnya telah mengirim surat ke Kementerian Kesehatan RI. Mereka meminta dilakukan audit terhadap RSUD KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi, nan menjadi letak penugasan dr Myta," kata Junaidi seperti dikutip dari detikSumbagsel, Sabtu (2/5).
Dalam surat tertanggal 30 April 2026, IKA FK Unsri mengungkap keprihatinan sekaligus sejumlah temuan mengenai kondisi kerja master internship di rumah sakit wilayah tersebut.
Junaidi menyebut Myta diduga menjalani beban kerja berat tanpa rehat nan cukup selama masa internship. Bahkan, saat kondisi kesehatannya mulai menurun sejak Maret 2026, Myta disebut tetap menjalani agenda jaga.
"Dokter Myta telah melaporkan indikasi sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi," ujarnya.
Berdasarkan keterangannya, kondisi Myta kemudian memburuk, dengan saturasi oksigen dilaporkan berada di bawah 80 persen. Myta akhirnya dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif.
(tfq/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·