Logo Meta terlihat di sebuah layar ponsel(AFP/SEBASTIEN BOZON)
DALAM pemaparan pers regional, Benjamin Joe, Vice President Asia Pacific Meta, mengungkapkan transformasi besar dalam mengambil kepintaran buatan (AI) di area Asia Pasifik. Meta sekarang tidak lagi memandang AI sebagai teknologi eksperimental, melainkan sebagai prasarana inti nan menghubungkan kreator, bisnis, dan konsumen dalam satu ekosistem nan terintegrasi.
"Kami tidak sekadar membangun koleksi produk. Namun kami membangun ekosistem nan bisa membantu pengguna menemukan produk dan jasa dalam keseharian mereka," ujar Joe.
Ia menjelaskan bahwa di Asia Pasifik, proses penemuan produk sekarang kebanyakan terjadi di media sosial, mulai dari menyaksikan livestream, mengikuti rekomendasi kreator, hingga bertransaksi melalui fitur chat.
Karakteristik Unik Pasar Asia Pasifik
Data menunjukkan bahwa konsumen di Asia Pasifik mempunyai perilaku shopping nan sangat adaptif terhadap platform digital dibandingkan wilayah lain di dunia. Berdasarkan studi Holiday Shopping oleh Ipsos, terdapat perbedaan signifikan dalam pola shopping musiman dan tingkat kepercayaan konsumen di area ini.
| Belanja online melalui media sosial | 50% | 37% (Global) |
| Partisipasi shopping momen 12.12 | 69% | 49% (Black Friday) |
| Belanja pada momen Tahun Baru | 47% | 19% (Amerika Utara) |
| Menonton livestream setiap pekan | 80% | - |
Selain itu, tingkat kepercayaan terhadap ulasan pembuat di Asia Pasifik tercatat 6 poin lebih tinggi dibandingkan area mana pun. Konsumen nan menemukan produk melalui platform Meta juga condong berbelanja 1,3 kali lebih banyak.
AI Sebagai Infrastruktur Bisnis
Meta mencatat pertumbuhan pendapatan perusahaan sebesar 28% secara tahunan, dengan 3,6 miliar orang menggunakan setidaknya satu aplikasi Meta setiap hari. Keberhasilan ini didorong oleh integrasi Large Language Model (LLM) untuk meningkatkan kecermatan prediksi dan ranking iklan di FB dan Instagram.
Saat ini, sekitar 9 juta upaya mini telah memanfaatkan tools imajinatif berbasis AI generatif dari Meta. Adopsi fitur pembuatan gambar apalagi meningkat lebih dari dua kali lipat pada kuartal ini. Joe menekankan bahwa akses terhadap teknologi AI ini berkarakter inklusif, di mana pengusaha perorangan hingga agensi besar mendapatkan akses ke perangkat nan sama.
Fitur Pendorong Konversi
Untuk mendukung ekosistem ini, Meta memperkenalkan beragam fitur nan memudahkan konsumen melakukan tindakan setelah menemukan produk:
- Affiliate & Tag Produk: Lebih dari 10 juta pembuat di Asia Pasifik telah terhubung dengan program affiliate. Dalam sebulan terakhir, pembuat meraup komisi lebih dari US$24 juta (sekitar Rp378 miliar) melalui konten mereka.
- Meta Business Agent: Agen AI nan dapat melayani pengguna 24/7 dengan style komunikasi brand, sekarang telah digunakan oleh 1 juta upaya secara dunia melalui WA dan Messenger.
- Iklan Kemitraan: Memungkinkan brand memperluas jangkauan konten autentik pembuat secara resmi.
Keamanan dan Inklusivitas
Di sisi keamanan, Meta telah menghapus 159 juta iklan penipuan dan menonaktifkan 10,9 juta akun sindikat penipuan dalam setahun terakhir. Melalui kerjasama dunia dengan penegak hukum, termasuk Royal Thai Police, Meta telah menindak lebih dari 1 juta aset daring ilegal.
Meta juga terus berinvestasi pada inklusivitas melalui Small Business Growth Academy di 12 negara Asia Pasifik. Di Singapura, penemuan kacamata Ray-Ban Meta AI mulai digunakan untuk membantu organisasi tunanetra mengenali objek dan membaca menu, nan menandai langkah baru dalam pemanfaatan AI untuk kemanusiaan.
"Tahun lalu, AI tetap tahap eksperimen. Tahun ini, pengguna bertanya seberapa sigap mereka bisa mengintegrasikannya secara menyeluruh. Mereka tidak lagi bereksperimen, mereka tengah membangun sistem," pungkas Joe.
(Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·