Meta Kucurkan Rp 2.512 T di 2026 untuk Bangun AI, Kejar OpenAI - Google

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
CEO Meta Mark Zuckerberg mengenakan kacamata Meta Ray-Ban Display saat menyampaikan pidato peluncuran lini baru kacamata pandai tersebut dalam aktivitas Meta Connect di instansi pusat perusahaan di Menlo Park, California, AS, Rabu (17/9/2025). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Meta memprediksi shopping modal perusahaan di tahun 2026 bakal lebih tinggi 10 miliar dolar AS. Total keseluruhan nilai investasi Meta tahun ini mencapai 145 miliar dolar AS alias setara Rp 2.512 triliun (kurs Rp 17.329).

Raksasa teknologi asal AS itu tampaknya serius bakal membangun prasarana kecerdasan buatan (AI) lebih besar. Ini lantaran mereka cukup tertinggal dari perusahaan teknologi lain seperti Google hingga OpenAI.

Di tahun 2025, CEO Meta Mark Zuckerberg pernah mengakui dan mengumumkan upaya besar untuk mengejar ketertinggalan perlombaan AI. Sejak saat itu, Zuckerberg serius melakukan penelitian dan pengembangan, serta merekrut talenta dari seluruh industri, termasuk mendatangkan pendiri Scale AI, Alexandr Wang, untuk memimpin bagian AI Meta Superintelligence Labs nan baru.

Menurut laporan Gizmodo, banyak pihak sebenarnya cukup cemas dengan komitmen ini, mengingat Meta pernah kandas total mengembangkan Metaverse. Divisi Reality Labs, nan mengembangkan Metaverse, mencatatkan kerugian operasional lebih dari 4 miliar dolar AS, dan hanya menghasilkan penjualan sebesar 402 juta dolar AS.

Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Carlos Barria/Reuters

Meta telah memperkenalkan hasil pertama dari investasi miliaran dolar itu lewat peluncuran model AI Muse Spark. Model ini bakal dirancang secara open source di masa mendatang.

“Ini adalah rilis pertama dari Meta Superintelligence Labs. (Muse. Spark) menunjukkan bahwa pekerjaan kami sudah sesuai,” kata Zuckerberg meyakinkan para investor, mengutip Gizmodo.

“Sekarang setelah kami mempunyai model nan kuat, kami juga dapat mengembangkan lebih banyak produk inovatif.”

Di tahun ini, Meta menargetkan bakal meluncurkan dua Agentic AI untuk consumer maupun bisnis. Meta juga mengintegrasikan model AI baru ke dalam beberapa bagian upaya intinya, seperti iklan, dan khususnya ke dalam sistem rekomendasinya. Tujuannya adalah agar AI dapat mempersonalisasi feed secara hiper-personal untuk pengguna.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan