Jemaah haji sedang beraktivitas ibadah sunat di Masjidil Haram.( MI/Amiruddin Abdullah Reubee)
MESKI Bus Shalawat (bus antar jemput jemaah haji di Masjidil Haram Mekah) berakhir operasi dari pukul 06.00 hingga selesai salat jumat sekitar pukul (14.00) Waktu Arab Saudi (WAS), jalanan di Mekah terutama jalur menuju Masjidil Haram tetap ramai dan padat. Itu lantaran antusiasme jutaan jemaah haji untuk menuju Masjidil Haram untuk Salat Jumat sangat tinggi alias ramai luar biasa.
Jemaah rela melangkah kaki satu sampai 6 km dari hotel tempat penginapan jasa haji. Karena bus salat tidak beraksi dari pagi sampai selepas siang, sebagian jemaah nan kurang fit kebugaran tubuh, rela naik taksi demi salat jumat di Masjidil Haram nan dijanjikan pahala 100.000 lipat dobel itu.
"Meskipun jarak hotel Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayiz (di area At Taysir) tempat tinggal jemaah Aceh berjarak sekitar 4.1 kilometer, rupanya antusias salat jumat di Masjidil Haram tidak pernah surut. Ini pertanda rindunya napak tilas para rasul dan mau menggapai keistimewaan seratus ribu kali lipat dibanding di Masjid lain," kata H Abdullah AR, Pimpinan Kelompok Bimbingan Jemaah Haji dan Umrah (KBIHU) Ibnu Mas'ud, Provinsi Aceh, Jumat (5/6).
Dikatakan H Abdullah AR, kondisi di Masjidil Haram dan sekitarnya, sejak jumat pagi sudah ramai jalan kaki 1 hingga 6 km. Mereka pergi melepas kangen menunaikan Salat Jumat di Masjidil Haram berbareng jutaan umat muslim dari beragam bagian dunia.
"Pukul 11.00 menjelang siang, kemah iktikaf dan tawaf menunggu masuk waktu salat jumat sudahemenuhi hingga pelataran masjid. Semua lantai sudah terisi. Satu jam sebel masuk waktu zhuhur jemaah sudah tumpah jauh keluar masjid," terang laki-laki nan berkawan dipanggil Abi Abdullah tersebut.
Dari 5.426 jemaah asal embarkasi Aceh (BTJ), ribuan di antaranya juga pergi ke Masjidil Haram. Ada nan pergi naik tadi dari Hotel Burj Al Wahda Al Mutamayiz ada juga jalan kaki sampai 4,1 km.
H Abdullah AR nan juga mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pidie juga menuturkan, tidak sedikit jemaah haji nan menghabiskan waktu di Masjidil Haram. Mereka pergi sebelum waktu subuh dan pulang setelah salat berjemaah isya.
"Kalau tuk kebutuhan makanan tidak perlu khawatir. Sepanjang hari banyak paket makanan dari infak donatur. Lalu setiap perspektif masjid ada persediaan air zam-zam," tutur lulusan Cumlaude Doktor Bidang Ilmu Pendidikan UIN Ar-raniry, Banda Aceh itu. (H-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·