Merger ADHI-PTPP Ditargetkan Selesai Akhir Tahun

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Jakarta -

Rencana merger PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk (PTPP) ditargetkan rampung pada akhir 2026. Namun sasaran tersebut tetap berjuntai pada hasil kajian dan keputusan para pemegang saham.

Direktur Keuangan Adhi Karya, Bani Iqbal, menjelaskan penyelesaian merger menjadi sasaran sugestif nan ditetapkan oleh pemegang saham mayoritas. Dalam perihal ini, PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) sebagai pemegang saham Seri B terbanyak dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) selaku pemegang saham Seri A Dwiwarna.

"Terkait sasaran penyelesaian di akhir tahun 2026 adalah sasaran sugestif nan disampaikan oleh Pemegang Saham Mayoritas Perseroan. Namun demikian, penyelenggaraan dan jangka waktu penggabungan upaya bakal berjuntai pada hasil kajian, keputusan pemegang saham, kesiapan masing-masing pihak, serta pemenuhan seluruh persyaratan dan prosedur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan nan berlaku," ungkap Bani dikutip dari Keterbukaan Informasi, Jumat (4/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bani menjelaskan, rencana merger tetap pada tahap kajian dan pembahasan awal. Studi kepantasan hingga uji tuntas mengenai rencana merger juga belum ditetapkan.

"Pelaksanaan tahapan lebih lanjut bakal dilakukan sesuai dengan hasil kajian dan pengarahan pemegang saham, dengan tetap memperhatikan kepentingan perseroan dan pemegang saham serta memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan nan berlaku," jelas Bani.

Hingga saat ini, belum ada ketetapan tentang entitas nan bakal menjadi surviving entity dalam rencana merger ADHI dan PTPP. Ketetapan ini nantinya menjadi bagian dari kajian lebih lanjut dan dapat mempertimbangkan beragam aspek nan relevan.

Bani menambahkan, merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini menjadi bagian dari upaya transformasi dan penguatan daya saing industri bangunan nasional. ADHI berambisi konsolidasi tersebut dapat memberi faedah jangka panjang bagi pemegang saham dan seluruh stakeholders.

(ahi/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance