"Klub Jalur Sutra" Dibentuk di RI, China Siap Gandeng Indonesia

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Platform Indonesia Friends of Silk Road Club (IFSRC) resmi diluncurkan di Indonesia. Ini bakal menjadi wadah memperkuat hubungan Indonesia dan China melalui pertukaran antarmasyarakat.

China menyatakan siap bekerja sama dengan klub tersebut untuk mendorong beragam program people-to-peopleKuasa Usaha (Chargé d'Affaires ad interim) Kedutaan Besar China di Indonesia, Zhou Kan, menyambut pembentukan IFSRC dan berambisi platform tersebut dapat memperkuat fondasi sosial hubungan kedua negara.

"Kami berambisi dapat bekerja sama secara erat dengan klub ini untuk menyelenggarakan beragam aktivitas nan berfokus pada pertukaran antarmasyarakat dan kerja sama di bagian kesejahteraan rakyat," ujar Zhou dalam peluncuran IFSRC oleh Sino-Nusantara Institute di Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2026).

Menurut Zhou, hubungan China dan Indonesia mempunyai sejarah panjang nan telah terjalin sejak lebih dari 2.000 tahun lampau melalui Jalur Sutra Kuno. Jalur perdagangan tersebut tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga pertukaran budaya dan memperkuat saling pengertian antara masyarakat kedua negara.

Ia menambahkan, hubungan tersebut kembali diperkuat melalui pendapat "Jalur Sutra Maritim Abad ke-21" nan pertama kali diusulkan Presiden China Xi Jinping saat berpidato di DPR RI pada 2013. Menurutnya, inisiatif Belt and Road Initiative (BRI) kemudian selaras dengan strategi pembangunan Indonesia dan memberikan faedah bagi masyarakat kedua negara.

Zhou mengatakan IFSRC dapat menjadi platform baru untuk memperkuat pertukaran dan kerja sama Indonesia-China. Ia juga mengaitkan pembentukan klub tersebut dengan semangat Inisiatif Peradaban Global alias Global Civilization Initiative (GCI) nan diusung Xi Jinping.

"GCI berintikan empat rayuan bersama, ialah menghormati keragaman peradaban dunia, menjunjung tinggi nilai-nilai berbareng umat manusia, menghargai pewarisan dan penemuan peradaban, serta memperkuat pertukaran dan kerja sama antarmasyarakat internasional," kata Zhou.

Menurut Zhou, Indonesia dan China sama-sama mempunyai masyarakat nan beragam dan multietnis sehingga pertukaran antarmasyarakat serta perbincangan antarperadaban dinilai penting. Ia menyebut GCI juga telah mendapat respons positif dari beragam pihak di Indonesia, termasuk dalam Forum Dialog Global nan digelar pada Juni tahun ini.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News