Merdeka Gold Temukan Cadangan Emas Baru, Target Eksplorasi 40 Juta Ton

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengumumkan hasil pengeboran potensi mineralisasi emas baru di prospek Kolokoa, nan berlokasi berdekatan dengan area konsesi Tambang Emas Pani di Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, Sulawesi, Indonesia.

Direktur Utama PT Merdeka Gold Resources Tbk, Boyke Poerbaya Abidin mengatakan, prospek Kolokoa merupakan penemuan strategis di sekitar area tambang nan memperkuat prospek jangka panjang Tambang Emas Pani.

"Kedekatannya dengan Pani, didukung potensi skala awal nan menjanjikan, menempatkan Kolokoa sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan sumber daya dan peningkatan produksi ke depan," kata dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Boyke menambahkan, Perseroan bakal terus menjalankan program eksplorasi nan disiplin dan terarah untuk meningkatkan kepercayaan terhadap potensi sumber daya di proyek ini.

Penemuan ini melengkapi hasil nan sudah dilaporkan Perseroan sebelumnya dengan Cadangan Bijih sebesar 5,2 juta ounces emas dari total Sumber Daya Mineral sebesar 7,0 juta ounces emas nan menegaskan komitmen Perseroan untuk terus memperluas pedoman sumber daya secara berkelanjutan.

Untuk diketahui, Kolokoa berada dalam distrik mineral nan sama dengan Tambang Emas Pani dan terletak sekitar 500 meter dari deposit utama. Hal ini menempatkan Kolokoa sebagai potensi sumber daya satelit bagi Pani, nan dapat memanfaatkan prasarana nan sudah ada.

Kedekatan letak juga mendukung efisiensi pengangkutan material (haulage) ke letak pengolahan serta optimasi pengendalian kadar bijih (grade control) di kedua deposit.

Dalam waktu hanya empat bulan, pengeboran awal telah mengkonfirmasi area mineralisasi emas nan luas, termasuk perolehan dekat permukaan dengan kadar hingga 1,57 g/t emas. Berdasarkan 30 lubang bor nan telah dilakukan, Kolokoa mempunyai Target Eksplorasi sebesar 20-40 juta ton dengan kadar 0,3 hingga 0,5 g/t emas.

Target Eksplorasi ini merupakan salah satu dari beberapa prospek prioritas tinggi nan telah diidentifikasi dalam area konsesi Perseroan seluas 14.670 hektare. Pengujian metalurgi awal melalui metode bottle-roll menunjukkan tingkat perolehan emas nan tinggi untuk material oksida (87-94%) serta perolehan nan kuat untuk material transisi (81-92%), nan mendukung kesesuaian dengan operasi Pani saat ini.

Pada tahap ini, jumlah dan kadar potensial tetap berkarakter konseptual dan bakal dipertajam melalui eksplorasi lanjutan. Eksplorasi nan dilakukan saat ini tetap belum memadai untuk mengestimasi Sumber Daya Mineral, dan belum dapat dipastikan apakah eksplorasi lanjutan bakal menghasilkan perkiraan Sumber Daya Mineral.

Hingga saat ini, Perseroan telah menyelesaikan 30 lubang bor sebagai bagian dari program pengeboran sejumlah 82 lubang bor nan direncanakan sepanjang tahun 2026.

Sebagai informasi, tambang Emas Pani telah memulai produksi pada Februari tahun ini dan menargetkan produksi sebesar 100.000-115.000 ounces emas pada 2026. Pani merupakan salah satu tambang emas primer terbesar di Indonesia dengan rencana produksi puncak lebih dari 500.000 ounces per tahun seiring penyelesaian pengembangan penuh akomodasi heap leach dan Carbon-in-Leach.

(ada/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance