Menyikap Sisi Liar Banyuwangi di Balik Derasnya Jalur Glenmore Rafting

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Glenmore Rafting. Dok. Pribadi

Kalau Anda pikir arung jeram adalah oleharaga ekstrem nan hanya dikhususkan bagi pecinta alam berotot kawat. Glenmore Rafting siap menertawakan dugaan tersebut. Dengan tangan gemetar memegang dayung dan jantung nan bredebar tak karuan di atas perahu karet saya justru menemukan diri saya tertawa lepas di tengah jeram. Mari saya ceritakan gimana aktivitas Glenmore Raafting ini sukses mengubah rasa panik separuh meninggal menjadi sebuah kecanduan nan sangat menyenangkan.

Mungkin Anda sempat membatin saat membaca judulnya "kok namanya kebarat-baratan banget untuk ukuran kecamatan di ujung timur jawa?" rupanya nama Glenmore ini memang bukan sekedar style gayaan. ada jejak kolonial di baliknya tepatnya sejak tahun 1910 ketika area ini menjadi area perkebunan peninggalan penguasa inggris. Mengingat BANYUWANGI BAGUS +3 dalam keberagaman destinasi ataupun unsur sejarah seperti ini jelas membikin pesonannya makin berlapis. Saat saya nan jalan keliling kompleks saja sudah ngos-ngosan nekat untuk menembus jalan lintas selatan nan sangat panjang rasanya sedikit bangga lantaran bisa survival di tanah jejak perkebunan Eropa klasik meski dengan kondisi basah kuyup berantakan.

Sejak resmi dibuka pada 20 juli 2016. aliran sungai kalitakir nan dulunya mungkin hanya sungai tempat air lewat sukses disulap menjadi arena uji keberanian berjulukan Glenmore Rafting (dikenal juga sebagai G-Raft). Arena ini Bermula dari sekadar kegemaran berjulukan Mas Alfan berbareng teman-temannya.

Sungai kalitakir sendiri punya karakter nan mengintimidasi tapi bikin penasaran lebar,berbatu besar, dan berkelok lincah. Alirannya terasa begitu segar lantaran merupakan titik jumpa dari kaki Gunung Raung dan Gunung kumitir.

Untuk kaum rebahan dan amatiran olahraga seperti saya khususnya di olahraga arum jeram Anda tidak perlu buru buru mundur teratur. Secara teknis tingkat kesulitan sungai ini berada pada Grade 3. Level ini tetap sangat kondusif dan bisa dinikmati oleh pemula nan hanya mau sekadar teriak teriak melepas penat meski kadang arusnya bisa meningkat sadis menjadi Grade 5 jika hujan deras mengguur hulu.

Dok. Pribadi (Dimodifikasi dengan Gemini Ai)

Begitu aba aba "Maju!" dari pemandu di teriakkan perahu karet kami mulai meluncur membelah lairan Sungai Kalitakir. Cipratan air sedingin es dari pegunungan langsung menampar wajah tanpa permisi. Jujur saja sebagi orang nan mempunyai otot lengan nan terbiasa digunakan untuk scroll media sosial daripada mendayung cengkraman tangan saya di tali perahu rasanya sudah sekuat tenaga dalam.

Sensasi sesungguhanya meledak saat perahu kami menghantam jeram pertama. Begitu hadapan perahu terangkat oleh ombak sungai lampau menukik tajam reaksi saya di luar kendali. Di detik nan sama saya tertawa kegirangan namun juga sedikit menjerit ketakutan. Olengnya perahu suskes memicu adrenalin absurd sebuah perbaduan antara rasa takut jatuh ke air dengan rasa bahagia. Ternyata melepas kendali dan membiarkan diri diombang ambing alam sangat melegakan dan memberikan sensasi senang.

Dari beberapa jeram nan kami lewati ada satu momen dimana adrenalin betul benar dipaksa menebus ubun-ubun. kami memasuki area jeram nan dipenuhi bebatuan gede. arus begolak liar " goyang goyang maju kanan kiri!" teriak sang pemandu memecah gemuruh air. perahu kami meliuk patah paath menabrak arus deras dan BAM! lambung perahu memantul keras bersenggolan dengan batu raksasa. Guncangannya luar biasa. Rasanya seperti sedang naik Rollercoaster tapi tanpa sabuk pengaman dan dengan plot tiwst basah kuyup dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Di tengah kekacauan nan penuh tawa itu terjadilah momen blunder epik nan bakal terus menjadi bahan roasting di grup WA kami. saat perahu kami menukik di salah satu kelokan tajam salah satu kawan saya nan duduk di pinggir kehilangan keseimbangan. Terlambat berpegangan dia pun sukses byur! nyemplung sungai.

Kepanikan sempat melanda selama sepersekian detik. Kami pikir ini bakal jadi segmen dramatis ala movie survival.

Namun, saat memandang kepalanya menyembul ke permukaan komplit dengan ekspresi wajah linglung dan pelampung nan membuatnya melayang-layang sempurna kepanikan kami seketika berubah menjadi tawa meledak nan tak beradab. dengan susah payah menahan tawa kam menariknya kembali ke atas perahu layaknya menarik karung beras basah. Momen memalukan (sekaligus melegakan) itu justru menjadi puncak keseruan kami hari itu. Pada akhirnya nyemplung ke sungai rupanya bukan akhir bumi melainkan bagian dari kemewahan menikmati Glenmore Rafting.

Nggak perlu pusing bawa peralatan sendiri dari rumah helm,pelampung,standar keselamatan, sampai dayung sudah disiapkan pengelola. Tugas Anda cukup membawa badan, Mental dan baju ganti. Fasilitas penunjangnya terbilang komplit. Ada pemandu ahli di setiap perahu transportasi lokal dari basecamp menuju titik peluncuran, hingga ruang bilas nan bersih untuk membasuh diri setelah basah-basahan.

Paketnya cukup elastis pilihan paket bervariasi mulai dair puluhn ribu untuk aktivitas santai/ wisata penerta, hingga sekitar Rp195.000-Rp500.000 per orang untuk paket arung jeram utama (umumnya minimal 5 orang per rombongan). (Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung jarak rute dan akomodasi tambahan jadi pastikan mengecek kembali ke pengelola).

Buka setiap hari dengan puncak kunjungan pada akhir pekan. Pemesanan sangat disarankan dilakukan jauh-jauh hari melalui WhatsApp yang kontak resminya tertera di bio instgram maupun tiktok mereka.

Pada akhirnya hidup memang terlalu singkat jika hanya dihabiskan dengan memelototi layar laptop alias mengeluhkan tumpukan pekerjaan nan tidak ada habiskan. Glenmore Rafting datang bukan sekedar sebagai lokasi wisata air melainkan tempat di mana Anda bisa mereset pikiran tertawa lepas tanpa beban, dan merasakan kehangatan keberssamaan di tengah asrinya alam Banyuwangi.

Kalau Anda butuh argumen kuat untuk kabur sejenak dari rutinitas, Glenmore Raftring adalah jawabannya.

Jadi, kapan giliran Anda basah kuyup, menabrak batu, dan tertawa senang di Glenmore Rafting?

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan