Menuju Indonesia Emas 2045, Wamendagri Bima Arya Dorong Karakter Mahasiswa

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Wamendagri Bima Arya Sugiarto ajak mahasiswa baru UI bangun karakter, kompetensi, dan skill digital secara seimbang guna songsong Indonesia Emas 2045 dalam kuliah umum PKKMB UI di Depok, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto membujuk mahasiswa untuk membangun karakter dan kompetensi secara berimbang sebagai bekal menghadapi perubahan era sekaligus mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan.

Menurutnya, kedua aspek tersebut menjadi aspek penentu dalam mewujudkan generasi nan bisa membawa Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

"Pada saatnya nanti, siapa nan bakal menjadi pemenang, itu ditentukan oleh siapa nan bisa untuk menyeimbangkan antara karakter dan kompetensi," kata Bima saat memberikan Kuliah Umum Kebangsaan pada Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Indonesia (UI) Tahun 2026 di Balairung UI, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (3/8/2026).

Bima mengatakan, mahasiswa nan memasuki perguruan tinggi saat ini merupakan bagian dari generasi nan bakal memegang estafet kepemimpinan nasional pada masa mendatang. Karena itu, masa perkuliahan kudu dimanfaatkan tidak hanya untuk memperkuat kapabilitas akademik, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan nan bisa menjawab tantangan bangsa.

Ia menambahkan, Indonesia saat ini berada pada momentum strategis untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui bingkisan demografi. Peluang tersebut, menurutnya, hanya dapat dimaksimalkan andaikan didukung sumber daya manusia nan unggul dan siap menghadapi dinamika global.

"Dan kalian adalah Gen Z nan disiapkan Pak Rektor, nan disiapkan oleh UI untuk menjadi pemimpin pada saatnya kelak mengantarkan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045," ujar Bima.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto ajak mahasiswa baru UI bangun karakter, kompetensi, dan skill digital secara seimbang guna songsong Indonesia Emas 2045 dalam kuliah umum PKKMB UI di Depok, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Lebih lanjut, Bima menekankan pentingnya keahlian membaca arah perubahan zaman. Menurutnya, generasi muda kudu mempunyai wawasan nan luas, keahlian berpikir ke depan, serta kemauan untuk terus belajar agar bisa beradaptasi dengan beragam perkembangan nan berjalan begitu cepat.

"Tanda-tanda era dibaca dengan penerawangan ke depan dan refleksi ke belakang. Gen Z hari ini adalah generasi paling pandai sepanjang sejarah," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima juga menyoroti pesatnya perkembangan teknologi nan mengubah beragam aspek kehidupan. Oleh lantaran itu, dia mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya menguasai keahlian digital, tetapi juga mengembangkan keahlian berpikir kritis serta keahlian interpersonal nan bakal menjadi modal utama dalam kepemimpinan di masa depan.

"Ada banyak riset adik-adik sekalian tentang skill apa nan dibutuhkan di depan. Ada dari World Economic Forum. Ini ada tiga skill nan kalian kudu siapkan ke depan setelah membaca tanda-tanda era tadi. Satu, perkembangan teknologi hingga hari ini meniscayakan kalian untuk menguasai skill digital. It is a must. Ini keharusan," tegas Bima.

Selain kompetensi, Bima menilai pengalaman berorganisasi mempunyai peran krusial dalam membentuk karakter seorang pemimpin. Melalui organisasi, mahasiswa dapat belajar mengelola perbedaan, membangun kolaborasi, serta menumbuhkan kepercayaan nan menjadi fondasi kepemimpinan.

Wamendagri Bima Arya Sugiarto ajak mahasiswa baru UI bangun karakter, kompetensi, dan skill digital secara seimbang guna songsong Indonesia Emas 2045 dalam kuliah umum PKKMB UI di Depok, Senin (3/8/2026). Foto: Dok. Kemendagri

Karena itu, dia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti beragam organisasi kemahasiswaan sebagai ruang pembelajaran nan tidak diperoleh sepenuhnya di dalam kelas.

"Bagaimana langkah kita terbiasa menghadapi perbedaan? Cemplungkanlah diri Anda ke dalam organisasi. Organisasi bakal mengasah Anda untuk terbiasa menghadapi perbedaan ... Ketika Anda terbiasa untuk mengelola perbedaan, Anda melangkah lebih depan untuk mencapai kemenangan," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan