Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kelautan dan Perikanan (MenKP) Sakti Wahyu Trenggono mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp30 triliun untuk Tahun Anggaran 2027. Tambahan anggaran tersebut dibutuhkan guna mempercepat sejumlah program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, revitalisasi tambak, hingga pemberdayaan masyarakat pesisir.
Usulan itu disampaikan Trenggono dalam rapat kerja berbareng Komisi IV DPR RI, di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Menurut Trenggono, tambahan anggaran diperlukan untuk mendukung sasaran swasembada pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
"Guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan, peningkatan kesejahteraan masyarakat kelautan dan perikanan, pertumbuhan ekonomi nasional, serta mengakomodasi seluruh sasaran program prioritas direktif Presiden (Prabowo Subianto) secara optimal, maka izinkan pada rapat kerja ini, KKP mengusulkan anggaran shopping tambahan TA 2027 sebesar Rp30 triliun," kata Trenggono.
Dari total tambahan anggaran nan diajukan, porsi terbesar bakal digunakan untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih. KKP mengusulkan alokasi Rp9,45 triliun untuk membangun 600 letak baru pada 2027.
"Usulan tambahan anggaran tersebut bakal kami gunakan untuk nan pertama, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di 600 letak sebesar Rp9,45 triliun, sehingga sasaran seribu letak pada tahun 2027 dapat terlaksanakan," ujarnya.
Selain itu, KKP juga mengusulkan anggaran Rp5,4 triliun untuk revitalisasi tambak nila salin. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung bangunan tambak seluas 5.500 hektare pada tahun depan.
Program lain nan menjadi prioritas adalah budidaya ikan darat tematik. Untuk program ini, KKP mengusulkan anggaran Rp8,8 triliun guna mengembangkan 9.000 letak budidaya.
"Yang ketiga, program budidaya ikan darat tematik di 9.000 letak sebesar Rp8,8 triliun, sehingga sasaran 10.000 letak pada tahun 2027 dapat terlaksana," ucap dia.
Selain tiga program utama tersebut, tambahan anggaran juga bakal digunakan untuk beragam aktivitas strategis lainnya. Di antaranya pemenuhan sertifikasi awak kapal dan operasionalisasi kapal ikan sebesar Rp9 miliar, pembangunan dan operasionalisasi area sentra industri garam seluas 2.000 hektare senilai Rp965 miliar, serta modeling dan replikasi tambak udang terintegrasi seluas 2.000 hektare sebesar Rp1,3 triliun.
KKP juga mengusulkan anggaran Rp1,44 triliun untuk rekonstruksi dan rehabilitasi pasca musibah di tiga provinsi di Sumatra. Sementara program pemberdayaan masyarakat kelautan dan perikanan untuk mendukung pengentasan kemiskinan diusulkan memperoleh Rp1 triliun.
Di sisi lain, pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan diusulkan mendapatkan tambahan Rp857 miliar, sedangkan kebutuhan shopping tugas dan kegunaan serta peningkatan pelayanan publik mencapai Rp573 miliar.
Trenggono menuturkan, berasas surat berbareng Menteri Keuangan dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas tertanggal 7 Mei 2026, pagu sugestif KKP untuk tahun 2027 ditetapkan sebesar Rp15,63 triliun.
Karena itu, tambahan anggaran dinilai krusial agar seluruh program prioritas pemerintah di sektor kelautan dan perikanan dapat melangkah optimal.
"Melalui penyelenggaraan beragam program prioritas tersebut, KKP optimis dapat memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan nasional, meningkatkan produktivitas di sektor kelautan dan perikanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi nan inklusif, dan berkepanjangan bagi masyarakat pesisir, nelayan, pembudidaya ikan, dan pelaku upaya perikanan di seluruh Indonesia," kata Trenggono.
(hoi/hoi)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·