Foto udara pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Jambi di Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Selasa (9/6/2026).(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN )
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menegaskan pentingnya keberadaan Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari family kurang mampu. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Kamis (18/6).
Dalam kunjungannya, Menteri PPPA menilai program Sekolah Rakyat merupakan corak komitmen negara untuk memastikan setiap anak memperoleh kewenangan nan sama dalam mengakses pendidikan nan layak. Menurutnya, kualitas generasi masa depan sangat ditentukan oleh sejauh mana hak-hak dasar anak dipenuhi sejak dini.
"Ini merupakan corak tanggung jawab kita berbareng untuk masa depan anak-anak Indonesia. Pemimpin bangsa di masa depan sangat tergantung pada gimana kita memperlakukan dan memenuhi hak-hak mereka hari ini. Jika pemenuhan gizi tidak terpenuhi, mereka tidak bakal bisa bersaing. Begitu pula jika kesehatan dan pendidikannya tidak diperhatikan, gimana mungkin mereka bisa berprestasi dan belajar dengan tenang? Oleh lantaran itu, Sekolah Rakyat menjadi langkah strategis untuk menciptakan generasi emas nan unggul dan berkualitas," kata Menteri PPPA.
Selain meninjau akomodasi pendidikan, Arifah Fauzi juga berbincang langsung dengan para siswa. Ia memberikan motivasi agar para pelajar tetap antusias dalam menempuh pendidikan dan memanfaatkan kesempatan belajar nan telah diberikan pemerintah.
"Kalian mempunyai kesempatan nan luar biasa untuk tumbuh menjadi perseorangan nan berbobot dan berfaedah bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Manfaatkan akomodasi pembelajaran ini dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kehumasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 41 Tasikmalaya, Dika Restu Rohmana, menyampaikan apresiasinya terhadap program tersebut. Ia menilai Sekolah Rakyat memberikan faedah besar bagi anak-anak dari golongan kesejahteraan desil 1 dan 2, termasuk mereka nan berisiko putus sekolah.
Menurut Dika, program ini datang untuk membuka kembali kesempatan belajar bagi anak-anak nan menghadapi beragam keterbatasan sosial maupun ekonomi.
"Sekolah Rakyat ini datang untuk merangkul dan memuliakan anak-anak dari desil 1 dan 2. Mulai dari mereka nan kondisi huniannya belum layak, anak dengan orang tua nan berpisah, hingga anak-anak nan menjadi korban perundungan. Di sini, seluruh siswa disetarakan untuk pandai bersama. Melalui program ini, mereka nan tadinya kesulitan mengakses pendidikan sekarang bisa kembali merajut cita-cita, sejalan dengan petunjuk pembukaan Undang-Undang Dasar 1945," tutur Dika.
Sebelum mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi 41, Menteri PPPA juga meninjau penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis di SDN Hegarsari. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan makanan nan disalurkan memenuhi standar gizi, higienitas, dan tepat sasaran guna mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak.
Peninjauan tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Kementerian PPPA dalam mengawal pemenuhan hak-hak dasar anak, khususnya di lingkungan pendidikan dasar.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·