Menteri ESDM Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Dimulai

Sedang Trending 6 hari yang lalu
Menteri ESDM Bahlil Konfirmasi Impor Minyak Rusia Tahap Pertama Dimulai Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.(Dok. MetroTv)

MENTERI Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengonfirmasi bahwa pemerintah Indonesia telah merealisasikan impor minyak tahap pertama dari Rusia pada Selasa (21/7/2026). Langkah ini merupakan bagian dari komitmen total impor sebesar 150 juta barel untuk memperkuat persediaan daya nasional.

Bahlil menjelaskan bahwa penyelenggaraan impor tersebut dilakukan oleh pemerintah melalui Lemigas. Keputusan ini diambil guna memastikan kesiapan stok bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri tetap terjaga di tengah kebutuhan daya nan meningkat.

“Sudah kami lakukan (impor) tahap pertama. Dilakukan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan diperintahkan lewat Lemigas,” ujar Bahlil usai menghadiri pembukaan Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition 2026 di Jakarta.

Ia menegaskan bahwa kedaulatan bangsa dalam memenuhi kebutuhan daya tidak boleh diintervensi oleh pihak asing. Selama proses pengadaan tidak melanggar patokan hukum, pemerintah bakal mengambil langkah strategis dari sumber mana pun demi kepentingan nasional.

Kebijakan ini berpijak pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 26 Tahun 2026 nan diteken Presiden Prabowo Subianto. Aturan tersebut mengatur tentang Pengadaan Minyak Bumi, BBM, dan LPG untuk Ketahanan Energi Nasional, nan memberikan mandat kepada Lemigas untuk mengelola impor secara langsung.

Menurut Bahlil, keterlibatan Lemigas bermaksud untuk memotong mata rantai proses impor nan panjang dan memungkinkan transaksi secara government to government (G to G). Hal ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengadaan komoditas energi.

Berdasarkan Pasal 5 Perpres tersebut, pemerintah juga memberikan ruang bagi Badan Layanan Umum (BLU) maupun Pertamina untuk melakukan pengadaan dalam keadaan mendesak. Fleksibilitas ini mencakup penyesuaian harga, jenis produk, hingga negara asal sesuai kesepakatan perjanjian untuk menjamin stabilitas pasokan domestik.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia