Mahasiswi di Solo Jadi Korban Pornografi Deepfake AI, Konten Disebar di Medsos

Sedang Trending 52 menit yang lalu
Ilustrasi wanita korban pelecehan seksual deepfake. Foto: Shutterstock

Seorang mahasiswi di salah kampus negeri di Surakarta berinisial E menjadi korban konten pornografi hasil manipulasi kepintaran buatan alias deepfake AI. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi.

Kuasa norma korban, Zaenal Petir, mengatakan, wajah korban diedit dan ditempelkan pada tubuh wanita lain dalam kondisi tanpa busana. Foto itu lampau disebarkan melalui sejumlah akun media sosial hingga Telegram.

"Sudah kami laporkan ke Direktorat Siber Polda Jawa Tengah, mereka sudah melakukan profiling. Tinggal menunggu pemeriksaan saksi," ujar Zaenal, Senin (27/7).

Kasus ini terungkap setelah korban dihubungi oleh sebuah akun IG berjulukan Kelas Dunia Digital pada 1 Januari 2026. Akun itu berupaya menjalin kedekatan namun korban tidak merespons.

"Karena tidak ditanggapi dia terus menakut-nakuti andaikan tidak membalas bakal ada peledak waktu pertama," jelas dia.

Selang beberapa hari kemudian, muncul akun IG lain nan mulai mengunggah foto-foto pornografi hasil editan nan menggunakan wajah korban. Akun tersebut juga menghubungi korban.

"Kemudian muncul akun ketiga, tanggal 5 Februari, di situ memberi tahu adanya foto korban nan disebar di Telegram dan mengirim mentahan foto tidak senonoh. Jadi ada foto aslinya, ada foto nan sudah diedit, mereka mengambil dari Telegram," imbuh dia.

Zaenal menduga foto dan video hasil editan AI itu berasal dan disebarkan dari sebuah akun di Telegram.

"Siapa pengelolanya, itu nan sekarang sedang didalami penyidik," ungkap Zaenal.

Atas peristiwa ini, korban mengalami syok dan trauma berat, apalagi foto dan video hasil rekayasa AI tersebut beredar di media sosial. Korban apalagi sempat stres selama satu pekan dan hingga sekarang tetap mengalami trauma.

"Korban sama sekali tidak melakukan perihal seperti nan ada di foto maupun video itu. Semua merupakan hasil editan AI. Meski begitu, akibat psikologis nan dialami korban sangat berat," tegas dia.

Mirisnya lagi, setidaknya terdapat tujuh wanita lain nan juga menjadi korban dengan modus serupa. Para korban rata-rata merupakan mahasiswi nan berkuliah di Semarang dan Solo

"Korban kurang lebih ada tujuh orang, semuanya wanita dan berstatus mahasiswa. Di IG itu diduga ada puluhan foto dan video beda-beda orang," terang dia.

Selain itu, dari hasil profiling para korban diketahui saling mengenal lantaran pernah berguru di SMA nan sama. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk dalam proses penyelidikan.

"Korban kan dulu (sekolah) di SMA 1 Cepu, rupanya saat di-profiling itu korban saling kenal, kawan waktu SMA di Cepu itu dan pernah bareng mengerjakan tugas sekolah pas kelas 11, jadi mulai terlihat orang nan jadi calon tersangka," ungkap Zaenal.

Sementara itu, saaat dimintai konfirmasi, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Artanto mengaku belum mendapat laporan mengenai kasus ini. Ia berjanji bakal mengecek kasus tersebut.

"Sedang saya konfirmasi ke Dir Siber tentang perihal tersebut. Saya sedang nunggu info beliau," kata Artanto.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan