Mentan Tegaskan Inflasi Pangan di Bawah 3,5 Persen dan Siap Hadapi La Nina 2027

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Mentan Tegaskan Inflasi Pangan di Bawah 3,5 Persen dan Siap Hadapi La Nina 2027 Mentan Tegaskan Inflasi Pangan di Bawah 3,5 Persen dan Siap Hadapi La Nina 2027.(MI)

DI tengah ancaman El Nino nan melanda sepanjang 2026, Indonesia membuktikan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar wacana. Inflasi pangan nan sekarang terkendali di nomor 3,28 persen, di bawah sasaran maksimal 3,5 persen, menjadi bukti nyata bahwa kerjasama lintas sektor bisa menjaga stabilitas pasokan dan nilai di tengah tekanan suasana global.

Hal itu ditegaskan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat menghadiri rangkaian aktivitas Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) Wilayah Sulampua Tahun 2026 nan digelar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Jumat (23/10). 

Kegiatan ini menrupakan penguatan sinergi antara Bank Indonesia, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam menjaga ekosistem pangan berkelanjutan.

"Pertahanan sejahtera, inflasi terkendali. Alhamdulillah sekarang di bawah 3,5 persen. Target maksimal 3,5, sekarang 3,28," ujar Mentan Amran.

Hadapi El Nino 2026, Waspadai La Nina 2027

Menghadapi tantangan iklim, Mentan menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. El Nino nan melanda pada 2025 dan bersambung sepanjang 2026 telah diantisipasi melalui beragam langkah strategis, sekaligus menjadi pembelajaran untuk mengantisipasi La Nina nan diprediksi muncul pada 2027.

"Sudah kita atasi dengan kondisi itu. nan jelas, ini swasembada pangan beras berkelanjutan, Insya Allah. Harus kita bekerja bersama-sama, kolaborasi," tegasnya.

Delapan Komoditas Pangan Strategis Terkendali

Mentan merinci delapan komoditas pangan strategis nan sekarang dalam kondisi stabil dan menjadi konsentrasi pengendalian inflas, ialah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, dan cabe rawit serta besar.

"Telur, ayam, bawang merah, gula konsumsi, sudah terkendali. Sekarang sudah delapan komoditas," tutupnya. (LN/I-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑