Feby Novalius
, Jurnalis-Minggu, 22 Maret 2026 |15:14 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman soal Percepatan Hilirisasi. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Pemerintah mempercepat hilirisasi sektor pertanian sebagai bagian dari transformasi ekonomi nasional dengan menghentikan ekspor bahan mentah agar nilai tambah komoditas dinikmati di dalam negeri.
“Hilirisasi adalah keniscayaan. Kita tidak boleh lagi mengekspor bahan mentah. Komoditas pertanian kudu diolah di dalam negeri agar nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia, terutama petani,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Sabtu (22/3/2026).
Selama ini, sebagian komoditas pertanian Indonesia tetap dijual dalam corak bahan baku sehingga margin untung terbesar justru dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi nan terstruktur dan terintegrasi dari hulu hingga hilir krusial dilakukan.
“Hari ini kita ubah paradigma. Petani tidak boleh hanya menjual hasil panen, tetapi kudu masuk dalam rantai industri. Kita bangun dari hulu sampai hilir agar nilai tambah meningkat dan kesejahteraan petani ikut terangkat,” ujarnya.
Mengacu pada pengarahan Presiden Prabowo Subianto nan menekankan pentingnya industrialisasi berbasis sumber daya alam, Mentan Amran menilai sektor pertanian mempunyai posisi strategis sebagai fondasi hilirisasi nasional. Ia menyoroti konsep pohon industri sebagai pendekatan dalam pengembangan komoditas pertanian.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·