Jakarta -
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi kondusif hingga 10 bulan ke depan. Amran optimistis Indonesia dapat melewati ancaman kejadian El Nino Godzilla.
Amran mengatakan total persediaan beras Indonesia mencapai 26 juta ton. Ia merinci stok beras penyimpanan Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton. Lalu, potensi tanaman siap panen (standing crop) sebesar 10 juta ton dari total luas lahan sekitar 3,8 juta hektar dan stok beras untuk hotel, restoran, dan kafe (Horeka) sekitar 10,8 juta ton.
"26 juta ton itu per bulan 2,6 juta konsumsi. Artinya cukup untuk 10 bulan. Cukup untuk 10 bulan ke depan. Artinya apa? El Nino Godzilla nan sekarang lagi rame, Insyaallah kita bisa lolos dan tidak mempengaruhi kondisi perberasan Indonesia. Stok kita aman," ujar Amran saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepastian stok ini juga telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas (ratas). Menurut Amran, pemerintah sudah sangat berilmu dalam menghadapi gelombang kekeringan ekstrim, seperti nan pernah terjadi pada tahun 2016, 2023, dan 2024.
Amran menilai salah satu kunci keberhasilan menghadapi ancaman suasana ini adalah mobilitas sigap dan kerjasama lintas sektor nan melibatkan TNI, Polri, Kejaksaan, hingga pemerintah daerah. Ia menceritakan pada 2024, ada rencana awal impor beras sebesar 10 juta ton dan sukses ditekan hingga berkurang 4 juta ton berkah efektivitas aktivitas di lapangan.
Lalu pada 2025, tidak ada lagi impor beras seiring dengan adanya surplus pasokan di penyimpanan nasional.
"Bahkan 2024 rencana impor 10 juta ton, dan saya hadir, sudah diputus, tapi alhamdulillah dengan aktivitas kita cepat, berbareng TNI, Polri, Kejaksaan, Gubernur, Bupati, Camat, Kepala Desa, seluruh bergerak, Babinsa, alhamdulillah kita tekan impor kita kurang lebih 4 juta ton," jelas Amran.
(acd/acd)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·