Mentan Amran Raih Kinerja Terbaik di Kabinet Versi IndexPolitica Indonesia

Sedang Trending 2 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor keahlian tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih berasas Government Performance Assessment nan dirilis lembaga riset politik dan kebijakan publik IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

Amran memperoleh skor 91 dan menempati ranking pertama dari 10 menteri dengan keahlian terbaik. Ia mengungguli Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani dengan skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (87), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti (86), serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (85).

Penilaian tersebut menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation dengan metode Multi-Criteria Decision Analysis, bukan survei opini publik. Data nan digunakan berasal dari arsip dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terdapat enam dimensi nan menjadi dasar penilaian, ialah Policy Output berbobot 20 persen, Policy Outcome 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, dan Intergovernmental Coordination 10 persen.

Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan penilaian tersebut mengukur kinerja, bukan popularitas. Menurutnya, menteri nan tidak terlalu terkenal tetap dapat mempunyai keahlian sangat baik andaikan bisa menghasilkan output dan outcome kebijakan nan terukur. Sebaliknya, menteri nan sering diberitakan belum tentu mempunyai keahlian terbaik.

Capaian tersebut melanjutkan hasil serupa dalam survei kepuasan publik oleh Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025. Dalam survei itu, Amran juga menempati posisi pertama dengan tingkat kepuasan 84,9 persen.

Amran mengungguli Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 84,5 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 84,1 persen, Menteri Agama Nasaruddin Umar 83,4 persen, serta Menteri Sekretariat Negara Prasetiyo Hadi 82,9 persen.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian Moch. Arief Cahyono menyampaikan posisi puncak nan konsisten di dua lembaga riset berbeda dalam kurun waktu dua tahun berturut-turut tidak lepas dari beragam capaian konkret sektor pertanian di bawah kepemimpinan Amran.

"Hasil penilaian ini adalah buah dari kerja keras Pak Menteri dan jejeran Kementan nan tidak kenal capek turun langsung ke sawah dan berjumpa petani. Pak Mentan Amran selalu menegaskan bahwa beliau tidak bakal berakhir bekerja hingga setiap petani sejahtera dan setiap family miskin di pedesaan terangkat dari kemiskinan melalui sektor pertanian," ujar Arief dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Ia memaparkan sejumlah pencapaian utama, salah satunya produksi beras nasional 2025 nan mencapai 34,69 juta ton. Angka tersebut disebut sebagai nan tertinggi sepanjang sejarah dan diakui BPS, FAO, serta USDA, dengan kenaikan 13,29 persen dibandingkan 2024.

Indonesia juga telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, ialah beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabe besar, dan cabe rawit. Sementara itu, stok beras pemerintah menembus 5,3 juta ton, nan disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan jauh melampaui rekor 1984 sebesar 2,6 juta ton.

Sektor pertanian mencatat nilai ekspor sekitar Rp166 triliun. Di sisi lain, impor pangan sukses ditekan hingga Rp41 triliun sehingga memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Dari sisi input produksi, pemerintah melakukan penyederhanaan 145 patokan mengenai pupuk bersubsidi sehingga akses petani terhadap pupuk semakin mudah. Harga pupuk bersubsidi juga turun 20 persen di tengah krisis pupuk global. Pemerintah turut menetapkan agunan nilai pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

Kesejahteraan petani juga mencatatkan rekor. Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 mencapai 129,19, nan disebut sebagai nomor tertinggi dalam 34 tahun terakhir.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen, tertinggi selama 25 tahun terakhir. Capaian tersebut menegaskan kontribusi sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.

Kementerian Pertanian menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat program swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional. Langkah tersebut sejalan dengan agenda besar pemerintah menuju kemandirian pangan Indonesia.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News