Mentan Amran Punya Rencana Besar Buat BUMN Pangan, Ini Kata Bos Bulog

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Rencana Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional Amran Sulaiman untuk memperkuat peran BUMN pangan mendapat respons dari Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Rizal memastikan, pihaknya siap menjalankan apapun penugasan dari pemerintah.

"Kami siap jika ditugaskan. Pokoknya jika ditugaskan kami, Bulog, siap mendukung tugas-tugas dari pemerintah," kata Rizal saat ditemui di instansi Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, dalam skema penguatan BUMN pangan, Bulog kemungkinan tidak bakal terlibat langsung dalam aktivitas budidaya seperti penanaman kedelai alias bawang putih. Peran tersebut lebih mungkin dijalankan oleh BUMN lain nan mempunyai mandat di sektor produksi.

"Kalau Bulog off taker. Kalau tanam mungkin ditugaskan ke nan lain, tapi kita wajib mungkin menyerap sesuai dengan tugas Bulog itu adalah sebagai stabilisasi maupun untuk pendistribusian logistiknya," ujarnya.

Menurutnya, kegunaan utama Bulog tetap difokuskan pada penyerapan hasil produksi, pengolahan, hingga pengedaran pangan ke masyarakat luas.

"Bulog ya off taker, selalu off taker dan mengolah, serta menyalurkan kepada seluruh masyarakat Indonesia," ucap dia.

"Mungkin BUMN pangan nan lain (yang bakal mendapat penugasan menanam kedelai hingga bawang putih), apakah itu PTPN kan sesuai dengan tugas mereka," sambung Rizal.

Sebelumnya, Mentan sekaligus Kepala Bapanas, Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah bakal memperkuat peran BUMN untuk mendorong produksi pangan nasional dan mengurangi ketergantungan impor, terutama untuk komoditas strategis seperti kedelai, bawang putih, hingga daging dan susu.

"BUMN, termasuk Bulog kudu kita perkuat ke depan. Jadi ini kan kita kejar lagi, susu dengan daging kan satu paket. Kedelai, bawang putih ini kita lagi kejar," kata Amran di kantornya, Rabu (15/4/2026).

Ia apalagi mengaku tengah merancang skema agar BUMN tidak hanya berkedudukan sebagai offtaker, tetapi juga ikut langsung dalam produksi.

"BUMN. Nanti kita rancang. Saya sementara rancang.. Bawang putih BUMN ikut menanam, kedelai juga," ujarnya.

Amran menilai langkah ini krusial untuk mengatasi beragam anomali dalam tata niaga pangan, termasuk kasus di mana Indonesia tetap mengimpor komoditas meski produksi dalam negeri tersedia.

"Kita impor gula, tapi gula dalam negeri tidak bisa laku. Menurut Anda ada apa? Ada anomali kan. Kalau ada anomali ada apa di situ? Permainan, mafia," tegas dia.

Ia pun menekankan pentingnya pengawasan ketat serta penindakan tegas terhadap pelaku nan merugikan masyarakat.

"Harus disiplin sekarang. Tapi nan terpenting jika ada lagi bocor, tolong beritakan deh. Kita langsung tindak tegas," ujar Amran.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News