Mensos Tegaskan Tak Ada Zona Aman bagi Pelanggaran Integritas di Kemensos

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) tegaskan tidak ada area kondusif bagi pelanggaran integritas di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos). Penegasan ini disampaikan sebagai tindak lanjut pengarahan Presiden Prabowo Subianto mengenai penguatan integritas dan pemberantasan korupsi, terutama menjelang pengadaan peralatan dan jasa tahun 2026.

"Kita tahu kemarin ada pidato Presiden soal integritas. Ketika Presiden pidato, itu pada dasarnya adalah perintah, bukan imbauan. Kemensos wajib menangkap pesannya," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (4/6/2026).

Menurut penuturan Gus Ipul, penguatan integritas kudu jadi kesadaran dan langkah berpikir baru seluruh jejeran Kemensos. Ia turut menegaskan tidak ada lagi ruang kondusif bagi pelaku pelanggaran integritas.

Bersama sang Wakil Menteri, Gus Ipul pastikan keduanya berkomitmen penuh laksanakan pembenahan internal dan tidak gentar untuk pertahankan tata kelola nan bersih. Ia ingatkan bahwa bakal selalu ada pertanggungjawaban atas setiap pelanggaran nan dilakukan.

"Tidak ada area kondusif untuk korupsi. Tidak kena (kasus) sekarang, nanti. Tidak kena nanti, pensiun kena," tegas Gus Ipul.

Di rangkaian rapat tersebut, Gus Ipul turut berikan sejumlah pengarahan kepada seluruh jejeran Kemensos untuk perkuat integritas. Hal pertama nan kudu dilakukan adalah pertimbangan internal nan segera dilakukan tanpa menunggu audit dari pihak luar.

"Kedua, kita diawasi dari atas. Maka, kita wajib mengawasi ke bawah. Itu tanggung jawab setiap ketua unit," imbuhnya.



Ia menambahkan Kemensos menargetkan penerapan Zero Tolerance terhadap gratifikasi, bentrok kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan. Gus Ipul juga minta setiap ketua unit bertanggung jawab penuh atas integritas di lingkungan kerjanya.

"Jika ada nan menyimpang di satuan kerja (Satker) Anda dan Anda tidak tahu, itu kelalaian. Jika tahu tapi diam, itu keterlibatan. Setiap ketua unit bertanggung jawab atas integritas Satkernya. Ini bukan pilihan, tapi tanggungjawab jabatan," ujar Gus Ipul.

Kemensos, lanjutnya, kudu jadi contoh sebagai kementerian alias lembaga nan bergerak tanpa diminta ataupun didesak. Menurutnya, integritas jadi kunci program strategis Kemensos melangkah tepat sasaran dan bisa beri akibat langsung bagi masyarakat.

"Jadi, ini saya minta menjadi perhatian kita berbareng jelang pengadaan di tahun 2026. Saatnya kita betul-betul menguatkan tekad, membersihkan diri, istilah Presiden itu, agar program strategis ini dampaknya bisa dirasakan oleh masyarakat," pungkas Gus Ipul.
(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News