Mensesneg Ungkap Jurus Pemerintah Perkuat Mata Uang dan Persepsi Pasar

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan sejumlah upaya untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di tengah tindakan penyampaian aspirasi beberapa waktu terakhir. Menurut Prasetyo, pemerintah sudah memperkuat koordinasi untuk memperkuat persepsi pasar hingga mata uang.

"Kalau diperhatikan memang satu dua minggu ini kita semua terus berupaya memperkuat koordinasi maupun kerja sama terutama mengambil kebijakan nan kita minta dapat memperkuat mata duit kita, memperkuat presepsi publik, memperkuat persepsi pasar," kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026).

Prasetyo juga menjelaskan bahwa laporan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani juga menjadi bagian untuk mengembalikan kepercayaan penanammodal di Amerika, Eropa, maupun Asia. Terlihat dari minat terhadap global bond dengan total nilai US$ 1,5 miliar nan dilaporkan oversubscribed sampai tiga kali.

Untuk itu, mengenai dengan pengembalian kepercayaan masyarakat, Prasetyo mengatakan jika Presiden Prabowo Subianto menekankan agar dilakukan dengan beberapa cara. Seperti deregulasi untuk mempermudah izin investasi.

"Berkenaan dengan masalah deregulasi nan acapkali Bapak Presiden menyampaikan bahwa kita kudu terus berupaya untuk mempermudah perizinan-perizinan kita. Supaya suasana investasi dapat berkembang, agar ekosistem ekonomi kita juga dapat berkembang dengan jauh lebih kompetitif," kata Prasetyo.

"Yang kedua, Bapak Presiden tadi juga menekankan bahwa khususnya kepada Pak Rosan sebagai CEO Danantara dan sekaligus juga sebagai salah satu personil dari Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi, lantaran jika kita berbincang penguatan mata uang, maka tidak bisa lepas juga dari performa ekspor dan impor kita," katanya.

Selain itu, Prabowo juga berambisi agar produk nan dihasilkan dari proses hilirisasi dan industrialisasi dapat memberikan nilai tambah, nan berakibat terhadap penambahan kekayaan negara. Termasuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Lebih lanjut, menurut Prasetyo, untuk menjaga suasana upaya di Indonesia, maka dibutuhkan stabilitas. Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh masyarakat, pelaku pasar, hingga pelaku ekonomi untuk bekerja keras untuk memulihkan ekonomi.

(miq/miq)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News