Mensesneg Bicara Faktor-faktor PHK: Semua Kita Coba Benahi

Sedang Trending 4 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjabarkan sejumlah aspek potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) nan dilaporkan kepada pihaknya. Satgas Mitigasi PHK menyebut tengah melakukan sejumlah mitigasi menghadapi perihal itu.

"Salah satu langkah konkret pagi hari ini tadi sudah banyak sekali nan kita bahas, perusahaan-perusahaan nan sudah, apa namanya, kejadian sekian tahun nan lampau juga sudah ada PHK tapi belum terselesaikan apa nan menjadi tanggungjawab perusahaan," kata Prasetyo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menyebut persoalan PHK nan ditemukan pihaknya tak selalu berangkaian dengan suplai bahan baku. Pras menyinggung soal bentrok internal di perusahaan terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada juga nan berpotensi terjadi PHK, dan kita mitigasi satu per satu lantaran persoalan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah, misalnya tadi, suplai bahan baku. Misalnya gas alias batu bara. Kadang-kadang juga ada persoalan nan itu adalah bentrok internal manajemen perusahaan. Tetapi apapun itu penyebabnya, maka menjadi tugas kita untuk bersama-sama melakukan mitigasi. saya kira begitu," katanya.

Ia menyebut potensi PHK itu tak terpaku pada satu bagian sektor. Prasetyo menyebut ada pula pengaruh dari luar perusahaan nan membikin kebijakan PHK menjadi langkah nan dipertimbangkan.

"Sebagaimana tadi nan saya sampaikan ya, jadi memang karakteristiknya tidak kepada satu sektor tertentu lantaran problemnya juga bermacam-macam. Ada nan memang misalnya demand-nya turun. Ya, permintaannya turun. Ada juga tadi nan bermasalah terhadap modal nan itu, modal disimpan di sebuah lembaga perbankan nan lembaga perbankannya bermasalah," ujar Pras.

"Nah, ini juga menimbulkan masalah di perusahaannya. Padahal sebetulnya perusahaannya perusahaan sangat sehat. Hanya lantaran bermasalah dengan pihak lembaga lain di perbankannya, ini juga ikut bermasalah. Jadi satu-satu memang secara perincian kita petakan," tambahnya.

Pras menepis dugaan kejadian PHK meningkat. Ia menekankan setiap perusahaan mempunyai persoalan nan berbeda-beda.

"Tidak, tidak (tren meningkat). Kalau nan ada potensi meningkat, nan berangkaian dengan masalah suplai bahan baku ya. nan lantaran itu terpengaruh juga oleh nilai bumi alias aspek geopolitik, satu. Kedua juga ada aspek manajemen di internal kita sendiri," ujar Pras.

"Misalnya contoh gas, itu juga ada beberapa nan di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak ada masalah lantaran sumber bahan bakunya tidak terjadi masalah teknis. Nah, tapi ada di Jawa Barat nan sumber gasnya ini terjadi hambatan teknis. Jadi memang satu per satu kita pelajari dan kita cari jalan keluarnya gitu," tambahnya.

Satgas Mitigasi PHK disebut bakal menggandeng Kementerian Perdagangan hingga Kementerian Perindustrian. Ia berambisi RI juga tak tergantung dengan bahan baku impor menimimalkan potensi PHK tersebut.

"Pasti, pasti (faktor ekonomi global). Kalau kita bicara ekonomi, semua aspek saling berkaitan, ya. Meskipun sekali lagi bukan itu kemudian menjadi argumen ya. Semua kita coba benahi, semua kita coba perbaiki," ujar Pras.

"Oleh lantaran itulah juga kami berkoordinasi dengan Satgas Hilirisasi dan Industrialisasi untuk termasuk dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian, untuk memetakan komoditi-komoditi alias bahan baku-bahan baku apa saja nan kita sampai hari ini tetap tergantung kepada dari impor," imbuhnya.

(dwr/gbr)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News