Menperin Ungkap Penyebab Pesawat Beroperasi Kian Menyusut dan Tekanan di Industri MRO

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Menperin Ungkap Penyebab Pesawat Beroperasi Kian Menyusut dan Tekanan di Industri MRO

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penurunan jumlah pesawat tersebut dipicu tingginya biaya perawatan. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Jumlah pesawat nan beraksi di Indonesia terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Tercatat, armada pesawat nan beraksi mencapai 593 unit pada 2023, turun menjadi 582 unit pada 2024, dan kembali menyusut menjadi 578 unit pada 2025.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penurunan jumlah pesawat tersebut dipicu tingginya biaya perawatan pesawat serta tekanan fiskal nan membebani industri jasa Maintenance, Repair, and Operations (MRO).

"Kita juga perlu mengakui bahwa industri MRO di Indonesia sedang mengalami tantangan. Tantangan semakin kompleks, terlebih turunnya jumlah pesawat nan beraksi di Indonesia. Juga tekanan biaya tinggi," ujar Menperin di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Rabu (7/5/2026).

Pada kesempatan tersebut, Agus Gumiwang memaparkan ada tiga aspek penyebab turunnya jumlah pesawat nan beroperasi, ialah gangguan rantai pasok global, akses terhadap komponen pesawat nan krusial, serta pemberlakuan tarif impor nan tinggi dan halangan fiskal.

Bahkan, sekitar 74 persen dari total HS Code alias kode pengelompokkan peralatan internasional untuk komponen perawatan pesawat di RI dikenakan bea masuk dengan tarif 2,5 persen hingga 22,2 persen. Jumlah terbesar berasal dari mesin dan komponen suku cadang nan banyak didatangkan dari luar negeri.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin finance lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com