Jakarta -
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pemerintah wilayah mengintegrasikan aktivitas Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL). Integrasi tersebut bakal membangun sistem pengelolaan sampah nan modern dan berkelanjutan.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Bina Adwil) Kemendagri Safrizal ZA mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu tantangan utama pembangunan perkotaan. Baginya, konsep kota pandai alias smart city bukan sekedar digitalisasi tapi juga menyelesaikan persoalan dengan teknologi dan inovasi.
"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi gimana teknologi dan penemuan digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," kata Safrizal, Kamis (14/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Safrizal meminta pengelolaan sampah kudu dilakukan secara terpadu dari hulu hingga hilir. Pada sisi hulu, aktivitas ASRI mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui pengurangan sampah, penggunaan kembali, daur ulang, serta pemilahan sejak dari sumber.
Sementara pada sisi hilir, sampah nan sudah tidak dapat dimanfaatkan dapat diolah menggunakan teknologi seperti PSEL sehingga mengurangi beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).
"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya kudu menjadi satu ekosistem," ujarnya.
Menurut Safrizal, PSEL bukan menjadi pengganti seluruh sistem pengelolaan sampah, melainkan salah satu bagian dalam ekosistem persampahan nan terintegrasi.
Ia menyebut keberhasilan penerapan PSEL memerlukan kesiapan pemerintah daerah, mulai dari aspek kelembagaan, regulasi, kesiapan lahan, infrastruktur, hingga kepastian pasokan sampah sesuai kebutuhan teknologi.
"Persiapannya kudu dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," ucapnya.
(aik/aik)
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·