Menteri Perindustrian Agus Gumiwang membubuhkan tanda tangan di salah satu kendaraan hasil produksi menandai peluncuran BYD di Subang.(MI/Reza Sunarya)
MENTERI Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meresmikan pabrik mobil listrik dari raksasa asal Tiongkok, BYD, di area Industri Smartpolitan, Subang, Kamis (3/9).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyebutkan, bahwa keahlian manufaktur secara umum cukup baik. Hal itu dilihat dari hasil rilis Badan Pusat Statisik (BPS) kuartal II nan menyatakan Industri Pengolahan Non-Migas (IPNM) alias manufaktur mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,32% secara tahunan (year-on-year/yoy). Artinya pertumbuhan manufaktur di atas pertumbuhan ekonomi nasional nan tercatat 5,29%,
Ia juga menyebut, kejadian pertumbuhan manufaktur di atas pertumbuhan ekonomi terjadi terakhir 14 tahun nan lalu.
Realisasi investasi sektor manufaktur juga sangat tinggi, penyerapan rupanya kerja juga baik, dan semuanya menunjukkan hal-hal nan positif dan menggembirakan untuk manufaktur.
"Untuk mengukur keahlian manufaktur di sebuah negara, kita melakukannya dengan menghitung pembuatan nilai tambah, keahlian positif industri manufaktur se-Indonesia juga tecermin dari capaian apa nan disebut dengan Manufacturing Value Added alias MVA dan berasas info dari Bank Dunia alias World Bank," kata Agus Gumiwang, Kamis (3/9).
Dijelaskan Agus Gumiwang, pada tahun 2025 nan lalu, MVA tercatat US$275,61 miliar alias meningkat dibandingkan tahun sebelumnya 2024 sebesar US$265,07 miliar.
Tahun lalu, Indonesia naik satu ranking dari ranking 13 di tahun 2024 ke ranking 12 untuk pembuatan MVA. Bahkan, di antara negara-negara Asia, Indonesia sukses menciptakan value added paling tinggi.
Disinggung soal keputusan BYD membangun akomodasi produksi di Jawa Barat, menurut Agus Gumiwang perihal itu merupakan pilihan nan sangat tepat.
"Jawa Barat merupakan salah satu pedoman industri terkuat di Indonesia. Pada triwulan kedua 2026, ekonomi di Jawa Barat tumbuh 5,73%, juga di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional, serta memberikan kontribusi sebesar 12,86% terhadap PDB nasional. Pabrik ini terbesar ketiga dari seluruh provinsi nan ada di Indonesia. Dari sisi industri, Jawa Barat menempati posisi pertama secara nasional dengan kontribusi 27,32% terhadap industri pengolahan nasional dan mencetak nilai tambah, sebesar Rp331,16 triliun." tegasnya.
Seperti diketahui, pabrik nan berlokasi Smartpolitan Industrial Park Subang tersebut menelan investasi Rp11,7 triliun dan berdiri di atas lahan seluas 126 hektare.
Perusahaan asal Tiongkok tersebut menilai pabrik BYD di Subang bakal memperkuat ekosistem manufaktur otomotif nasional. Selain itu, akomodasi tersebut berpotensi menciptakan lapangan kerja dan membuka kesempatan bagi pelaku industri lokal.(RZ/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·